Bumi dan Langit Antara Noni Madueke vs Jack Grealish

RADARCIANJUR.Com  Noni Madueke dan Jack Grealish sama-sama pemain asli Inggris dan berposisi sebagai gelandang serang. Tetapi, mereka ibarat bumi dan langit ketika mengacu pada status perekrutan di klub masing-masing.

Jika Grealish menahbiskan diri sebagai pemain termahal Inggris (GBP 100 juta/Rp 1,99 triliun) ketika digaet Manchester City akhir pekan lalu (6/8), Madueke tidak membuat PSV Eindhoven mengeluarkan biaya transfer.

Hal itu disebabkan Madueke membela PSV sejak junior atau saat usianya masih 15 tahun.

Meski tidak sebanding secara harga, Madueke masih lebih kontributif ketimbang Grealish dalam ajang pembuka liga kemarin. Madueke memborong dua gol pembuka PSV saat mengalahkan Ajax Amsterdam 4-0 dalam Johan Cruijff Schaal XXV, di Johan Cruijff Arena kemarin (8/8).

Dua gol pemain 19 tahun itu pun tercipta sebelum Ajax bermain dengan 10 orang menyusul kartu merah bek kiri Nicolas Tagliafico pada menit ke-40. Itu membuat Madueke sudah mengoleksi 4 gol musim ini dengan dua gol lainnya tercipta dalam kualifikasi Liga Champions ke gawang Galatasaray (29/7) dan FC Midtjylland (4/8).

Masing-masing juga sebagai gol pembuka.

Penampilan penggawa Inggris U-21 itu merupakan lanjutan performa hebatnya musim lalu. Meski baru menjalani debut profesional, Madueke mencetak 9 gol dan 8 assist dalam 32 laga.

”Kini, siapa pun peminatnya (Madueke, Red) harus mengeluarkan minimal EUR 20 juta (Rp 337,7 miliar),” tulis Daily Mirror.

Di sisi lain, debut Grealish bersama Cityzens di Wembleyt Stadium kemarin tidak hanya berujung kekalahan 0-1 oleh Leicester City. Melainkan juga nyaris tidak ada hal istimewa dari pemain bernomor punggung 10 itu selama tampil 25 menit terakhir.

”Memang itu laga debutnya, tetapi ekspektasi terhadap dia telanjur tinggi,” tulis Manchester Evening News.

Kesialan Grealish bertambah karena kemarin adalah final kali ketiganya secara beruntun di Wembley Stadium dengan hasil selalu sial. Sebelumnya adalah kalah bersama Inggris dalam final Euro 2020 kontra Italia (12/7) dan final Piala Liga musim lalu (2/3/2020). Kala itu Aston Villa yang dibela Grealish keok dari Cityzens.(mg/jpc)