Ganjil Genap di Cianjur Diawali dari Jalan Mangunsarkoro

SOSIALISASI: Setelah PPKM level 3, Cianjur akan membatasi mobilitas masyarakat. (Foto Hakim Radar Cianjur)

RADARCIANJUR.com -Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 di Kabupaten Cianjur hari ini berakhir. Namun pemerintah Kabupaten Cianjur masih menanti kabar dan kepastian perihal kelanjutan.

Meski begitu wacana pemberlakuan jalur ganjil genap di sejumlah ruas jalan di wilayah Kabupaten Cianjur terus disosialisasikan oleh Polres Cianjur. Maka berbagai komentarpun bermunculan, sebab rencana ganjil genap merupakan sejarah dan hal baru kali pertamakali diberlakukan di kota Cianjur.

Kapolres Cianjur AKBP Doni Hermawan mengatakan, tujuan dari adanya pemberlakuan pengaturan jalan dengan sistem ganjil genap di masa PPKM adalah untuk mengurangi mobilitas yang akan berdampak kepada penurunan kasus Covid 19. “Dalam rangka PPKM Level 3 yang saat ini di Cianjur tentunya harus ada pembatasan. Seperti hal yang sama di lakukan PPKM sebelumnya,” kata Kapolres, Senin (9/8).

Menurutnya, pemberlakuan aturan tersebut bukan penyekatan, tetapi pemberlakuan ganjil genap untuk mengurangi mobilitas masyarakat. “Namun cara bertindaknya untuk mengurang mobilitas. Sebetulnya urgensinya dalam pelaksanaan untuk mengurangi penyebaran Covid-19,” ungkapnya.

Hal tersebut juga sesuai target Kabupaten Cianjur menjadi daerah level 2 di Jawa Barat. “Kita ketahui di bidang ekonomi masyarakat sudah boleh dibuka dengan prokes yang ketat, tentunya untuk menjadikan Cianjur lebih baik lagi,” ujarnya.

Namun pelaksanaan pemberlakuan ganjil genap di sejumlah ruas jalan di kota Cianjur saat ini belum dapat dilaksanakan, karena masih tahap sosialisasi. “Untuk pelaksanaannya kita sambil sosialisasi, agar masyarakat paham beberapa akses jalan yang diberlakukan ganjil genap dan nantinya masyarakat menyesuaikan,” terangnya.

Doni menyampaikan, sosialisasi pemberlakuan ganjil genap akan terus disosialisasikan Polres Cianjur kepada masyarakat. “Tapi pada prinsipnya kita lakukan dengan edukatif, persuasif dan tidak menggunakan penegakan hukum,” paparnya.

Senada disampaikan Kasatlantas Polres Cianjur AKP Mangku Anom, yang menjelaskan pemberlakuan peraturan tersebut tidak akan mempersulit masyarakat Cianjur. “Kita lakukan penutupan, bukan berarti membebani, justru tujuannya sedikit melonggarkan. Jadi kegiatan ekonomi dapat berjalan dengan mengimbanginya,” bebernya.

Sementara itu disinggung mengenai tanggal pasti sosialisasi pemberlakuan ganjil genap, ia menyerahkan semuanya kepada pemerintah daerah Kabupaten Cianjur. “Untuk sosialisasinya tergantung pemerintah daerah kalau sudah mengeluarkan surat edaran dari Bupati kami akan tindaklanjuti,” terang Mangku Anom.

Mangku Anom menyebut, saat ini hanya Jalan Mangunsarkoro (Jalan Raya,red) salah satu jalan yang akan dilakukan sistem ganjil genap. “Untuk ruas jalannya baru Mangunsarkoro, nanti kami evaluasi sambil menunggu pastinya sosialisasi,” jelasnya.

Komentar terkait rencana pemberlakuan ganjil genap datang dari warga Cianjur. Ardiansyah (27) pengemudi Ojek Online mengaku, tidak setuju dengan penerapan dari pemberlakuan ganjil genap yang akan dilaksanakan oleh pemerintah Kabupaten Cianjur. “Saya tidak setuju, kemarin saja sampai sekarang adanya PPKM penumpang sepi, apalagi nanti adanya ganjil genap,” katanya.

Lain halnya pemilik toko Alika Hijab, Yono (45) mengungkapkan, ia hanya pasrah dan mengikuti aturan yang telah ditetapkan pemerintah Kabupaten Cianjur. “Yah gimana baiknya saja, kita ikuti saja bagaimana Kebijakan pemerintah. Tentunya dengan kebijakan ini sangat berpengaruh terhadap pedagang yang berjualan di sini,” ungkapnya.

Berbeda pendapat dengan Parijal (39), sopir angkot Cipanas-Cianjur mengaku keberatan dengan peraturan ganjil genap dan akan sangat berpengaruh terhadap para sopir angkot.

“Tidak setuju, Kabupaten Cianjur kan kota kecil, seharusnya yang dipantau itu kota besar, seperti Jakarta, Bandung dan lainnya. Ini jelas pasti akan sangat berpengaruh terhadap para penumpang angkutan umum,” tandasnya.

Diketahui, Senin (hari ini,red) merupakan hari terakhir perpanjangan PPKM. Pemerintah Pusat pun dikabarkan akan menyampaikan intruksi apakah PPKM selesai atau diperpanjang.

Bupati Cianjur Herman Suherman mengaku belum bisa memprediksi bagaimana kondisi Kota Santri setelah perpanjangan PPKM. “Saya juga sampai saat ini belum bisa memprediksi kondisi Kabupaten Cianjur untuk perkembangan Covid-19,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya pun mengaku belum mendapatkan intruksi atau arahan terkait PPKM dari pemerintah pusat. Ia pun meminta masyarakat untuk menunggu. “Sampai sekarang belum ada instruksi dari pemerintah pusat. Jadi tunggu saja keputusan dan kabar dari pusat,” ungkapnya.

Selain itu, Cianjur dikabarkan akan menerapkan ganjil genap sebagai alternatif mengurai kerumunan dan meniadakan penyekatan. Namun kebijakan itu belum bisa dipastikan berlaku dalam waktu dekat ini. “Kalau itu belum, masih percobaan dan sosialisasi. Nanti akan ada evaluasi dulu dari Forkopimda,” jelasnya.

Herman berharap PPKM bisa segera selesai. Masyarakat saat ini sudah jenuh dengan PPKM, sehingga ia berharap Cianjur minimal levelnya bisa turun. “Harapannya segera selesai, masyarakat sudah jenuh. Mudah-mudahan selesai, kalau tidak levelnya bisa turun,” tutupnya.(byu/kim)