Idealnya, Indonesia Tak Cuma Tergantung Bulu Tangkis dan Angkat Besi

RADARCIANJUR.Com Olimpiade Tokyo 2020 berakhir. Tadi malam (8/8) upacara penutupan dilakukan di Olympic Stadium, Tokyo.

Amerika Serikat menjadi juara umum dengan perolehan 39 emas. Disusul Tiongkok yang hanya berselisih satu keping emas. Tuan rumah Jepang berada di urutan ketiga dengan raihan 27 emas.

Indonesia menempati urutan ke-55 dalam klasemen medali. Indonesia mengemas 1 emas, 1 perak, dan 3 perunggu. Untuk kawasan Asia Tenggara, Indonesia berada di posisi kedua di bawah Filipina. Filipina mengumpulkan 1 emas, 2 perak, dan 1 perunggu.

Hasil tersebut tidak sesuai dengan target yang dicanangkan pemerintah. Melalui Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia), mereka menargetkan meraih posisi lebih baik ketimbang Olimpiade Rio 2016.

Selain itu, mereka mengatakan bahwa jumlah medali tidak menjadi tolok ukur yang utama.

Pada Olimpiade Rio 2016, Indonesia mengemas 1 emas dan 2 perak. Indonesia finis di urutan ke-46. NOC Indonesia menargetkan, dalam Olimpiade Tokyo 2020 ini paling tidak Indonesia bisa masuk 40 besar klasemen medali.

Chef de Mission (CdM) Indonesia Rosan P. Roeslani menyatakan, evaluasi keseluruhan akan dilakukan dengan federasi cabor-cabor. Saat ini beberapa tim masih melakukan karantina. Rosan mengakui bahwa sampai saat ini masih dua cabor yang menyumbangkan medali secara konsisten, yaitu bulu tangkis dan angkat besi.

”Harapan kita tentu dalam Olimpiade berikutnya, medali bisa disumbangkan dari cabor-cabor yang lain,” kata Rosan.

Hingga saat ini, Indonesia baru bisa meraih medali dari tiga cabor Olimpiade. Yang terbanyak diraih melalui bulu tangkis dengan 8 emas, 6 perak, dan 7 perunggu. Kemudian, angkat besi dengan 7 perak dan 8 perunggu. Lalu, panahan dengan 1 perak pada Olimpiade Seoul 1988.

Satu-satunya emas di Tokyo 2020 disumbangkan oleh ganda putri Greysia Polii/Apriyani Rahayu.

”Dalam Olimpiade Tokyo 2020 ini bagaimana kami mengambil hikmahnya. Yang paling penting kesehatan atlet-atlet terjaga. Tentu pelajaran penting menjalankan event besar dengan protokol kesehatan yang ketat,” lanjut Rosan.

Pada Olimpiade Tokyo 2020 ini, Indonesia meloloskan 28 atlet dari 8 cabang olahraga. Pada Olimpiade Rio 2016, Indonesia juga meloloskan 28 atlet dari 7 cabor.

Sementara itu, Olimpiade Paris 2024 akan berlangsung kurang dari tiga tahun lagi. Beberapa kualifikasi bahkan berjalan akhir tahun ini. Besar harapan untuk bisa meloloskan atlet lebih banyak ke multievent empat tahunan itu. Juga cabor-cabor lain turut menyumbangkan medali.

”Tidak ada waktu untuk bersantai-santai. Kami menyambut baik energi positif para atlet, pelatih, ofisial, dan pengurus federasi nasional agar lebih banyak atlet yang lolos ke Paris 2024,” ujar Ketua Umum NOC Indonesia Raja Sapta Oktohari.(mg/jpc)