Imbas PPKM, Wisata Kebun Raya Cibodas Rugi Ratusan Juta

Destinasi wisata Kebun Raya Cibodas yang berada di Kecamatan Cipanas kabupaten Cianjur terlihat ramai di libur nasional. Foto: Dadan Suherman/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Imbas penerapan PPKM Darurat hingga diperpanjang menjadi Level 3 dan 4 membuat sejumlah sektor merana. Salah satunya adalah bidang pariwisata.

Sektor tersebut merugi hingga ratusan juta, akibat tak adanya pemasukan dan biaya operasional yang harus tetap dikeluarkan.

Salah satunya yang dikatakan oleh pengelola objek wisata Kebun Raya Cibodas (KRC) di wilayah Desa Cimacan, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur.

“Sejak pemberlakuan aturan PPKM yang dimulai 3 Juli 2021 hingga kini, kerugian operasional bisa kami estimasikan mencapai ratusan juta rupiah,” ujar Manager Kebun Raya Cibodas, Marga Anggrianto saat dihubungi, Minggu (8/8/2021).

Bahkan, lanjutnya, ketika PPKM darurat awal kemarin, kafe yang berada dekat pintu masuk itu hanya melayani take away. Lalu ketika PPKM level 3-4 berlaku, kafe tersebut pun melayani pengunjung yang sudah datang, namun tidak bisa masuk ke dalam kawasan eduwisata KRC.

Ketentuan dine ini tersebut, kata Marga, selaras dengan kebijakan pemerintah yakni dengan membatasi waktu dine in maksimal 20 menit, sehingga pengunjung dapat beristirahat sebentar sebelum kembali melanjutan perjalanan.

Tak hanya itu, ia menambahkan, merchandise store yang dimiliki pihaknya, secara rutin melakukan program online sale tanaman hias maupun suvenir via instagram dan berbagai toko online. Sehingga KRC tetap dapat menjangkau masyarakat.

“Jadi cara-cara itulah terbukti dapat mengurangi beban operasional KRC di masa-masa seperti ini,” katanya.

Meski imbas PPKM itu sangat terasa bagi sektor pariwisata, pihaknya akan selalu mendukung kebijakan pemerintah dalam mengatasi pandemi Covid-19 ini.

“Kami berharap upaya-upaya yang dilakukan ini selaku mitra pemerintah dapat membantu menekan penyebaran Covid-19 sehingga roda ekonomi khususnya industri pariwisata dapat mulai dibuka kembali dengan prokes ketat, sehingga publik dapat tetap menikmati indahnya alam Kebun Raya Cibodas secara aman,” tuturnya.

Selain harapan diatas, pihaknya juga memiliki upaya-upaya yang berperan aktif dalam pencegahan Covid-19 di lingkungan KRC sebagai komitmen menjaga keselamatan baik pengunjung maupun karyawan dengan disiplin prokes.

“Harapan kami tentu saja pandemi ini bisa segera terkendali, sehingga industri pariwisata kembali menggeliat,” ucapnya.

Tak hanya itu, pihaknya menyebut, bahwa KRC adalah salah satu tempat eduwisata seluas 85 hektar yang memiliki sertifikat CHSE sehingga KRC dapat dipastikan apabila PPKM berakhir, maka dapat menjadi destinasi unggulan masyarakat tanpa perlu khawatir.

“Selama kita bersama-sama patuh dan disiplin dalam menjalankan prokes 6M, maka destinasi unggulan masyarakat khususnya di kabupaten Cianjur masih dapat dinikmati dengan Prokes yang tetap dijaga,” tandasnya. (dan)