Malaysia Sudah Duluan Jalankan Proyek Chromebook, Namun Gagal Total

RADARCIANJUR.Com Pemerintah baru saja mengumumkan untuk menjalankan proyek pembuatan laptop chromebook lokal. Anggaran yang dialokasikan untuk pengadaan laptop ini sebesar Rp 3,7 triliun.

Sebelum Indonesia, ternyata Malaysia juga pernah melakukan hal serupa. Proyek tersebut dinamakan 1BestariNet yang diinisiasi pada Maret 2011 lalu oleh Menteri Pendidikan Malaysia dengan nilai anggaran RM 4 miliar atau USD 1 miliar (Rp 14,5 triliun kurs Rp 14.500).

“Targetnya untuk 15 tahun. Fokusnya adalah mendapatkan (jaringan) 4G ke sekolah, masalahnya di sana tidak punya koneksi di Malaysia dan juga menciptakan suatu platform cloud system,” ungkap Pakar Pendidikan Malaysia Franklin Styne dalam siaran YouTube VOX Populi Institute Indonesia, Senin (9/8).

Adapun, target program ini adalah 10 ribu sekolah dan 10 juta orang. Pemerintah pun juga memasang menara pemancar internet atau BTS (base transceiver station) untuk mendukung program ini.

Akan tetapi, program ini dihentikan pada 2019 lalu karena dinilai tidak efektif. Padahal target program ini akan dilaksanakan hingga 2026 mendatang

“Setiap sekolah akan dipasang menara internet sebanyak 10 ribu, tapi ini menjadi masalah karena orang tua takut akan radiasi dari menara itu. Proyek ini terhenti di Juni 2019,” jelas dia.

Kendala lain yang dihadapi adalah penggunaan management learning system (MLS) platform, yaitu Frog VLE yang hanya 5 persen saja. Kemudian instalasi internet yang baru menyasar 8.886 sekolah di 2014.

“Internet tidak bisa diakses di luar sekolah hanya di ruangan tertentu saja. Lalu peralatannya itu speknya kurang bagus. Padahal pemeritnah sudah mengorder 116.339 unit laptop chromebook,” tandasnya.(mg/jpc)