Persija Gelar Tes Kesehatan, Persib Masih Terkendala Latihan

RADARCIANJUR.Com Jika Liga 1 kickoff pada 20 Agustus, artinya klub hanya punya waktu 11 hari untuk melakukan persiapan. Sejumlah persoalan pun bermunculan di tengah mepetnya jadwal kompetisi.

Terutama soal kesiapan tim. Dampak dari pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) yang baru berakhir hari ini, sejumlah klub sulit menggelar latihan.

Persib Bandung, misalnya. CEO Persib Teddy Tjahjono mengakui kalau belum ada kepastian kapan timnya mulai menggelar latihan lagi. ’’Iya, belum,’’ katanya kepada Jawa Pos kemarin (8/8).

Namun, tim berjuluk Maung Bandung itu terus melakukan persiapan lain. Misalnya, memanggil para pemainnya di luar negeri. Salah satunya adalah Marc Klok yang sudah berada di Jakarta sejak 8 Agustus.

Namun, pemain naturalisasi asal Belanda itu harus menjalani karantina terlebih dahulu selama delapan hari. Selain Klok, dua pemain lain adalah Geoffrey Castillion dan Mohammed Rashid.

Para pemain ditargetkan pekan depan bisa bergabung bersama tim. Pelatih Persib Robert Alberts menambahkan, selain Klok, Rashid sudah menjalani penerbangan dari Chicago, Amerika Serikat, sejak kemarin (8/8).

Sementara itu, untuk Castillion, dia rencananya harus divaksin dahulu di Belanda dan baru ke Indonesia. ’’Setelah divaksin, akan dilihat apakah ada reaksi terhadapnya,’’ ucap Alberts.

Persija Jakarta juga menghadapi kendala yang sama. Mereka pun memilih menjalani Pre-Competition Medical Assessment (PCMA) di Rumah Sakit Premier Bintaro, Tangerang Selatan, kemarin.

Dokter tim Donny Kurniawan menyatakan, pemeriksaan medis tersebut bertujuan mengetahui kondisi kesehatan pemain jelang Liga 1 2021.

Rangkaian pemeriksaan medis yang dilakukan, antara lain, elektrokardiogram (EKG), tes darah, pengecekan fungsi liver dan ginjal, hepatitis, dan body composition. Bukan hanya pemain, pemeriksaan medis kali ini juga dilakukan seluruh ofisial.

’’Seiring Covid, dikhawatirkan ada komorbid yang bisa membuat kondisi lebih buruk. Kami menghindari risiko yang tidak diinginkan dengan melakukan pengecekan terhadap seluruh ofisial,” papar Donny.(mg/jpc)