PKS Cianjur Potong Gaji Anggota Dewan Untuk Penanganan Covid-19

Kantor DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di jalan Dr. Muwardi Kelurahan Bojongherang Kecamatan Cianjur. Foto : Bayu Nurmuslim / Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Demi membantu masyarakat yang terdampak Covid 19 Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menginstruksikan pemotongan gaji anggota legislatifnya mulai dari pusat hingga daerah.

Hal tersebut juga berlaku di Kabupaten Cianjur dengan pemotongan sejumlah anggota partai PKS yang duduk di kursi dewan DPRD Kabupaten Cianjur.

Ketua DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Cianjur H. Gilar Budi Raharja S.T. M.s.c mengatakan, telah mendapatkan intruksi dari pimpinan PKS pusat untuk pemotongan gaji yang nantinya di alokasikan untuk dana penanganan Covid 19.

“Kami mendapatkan intruksi dari presiden PKS yang mengarahkan kita semuanya unsur di PKS seperti
anggota Legislatif baik di daerah, provinsi dan pusat, kemudian struktur dan para kader bahwa bulan ini (Agustus : red) untuk penggalangan dana,”katanya.

Gilar menuturkan, Instruksi yang didapat dari PKS Pusat telah ditetapkan bahwa pemotongan anggotanya yang menduduki jabatan di DPRD Kabupaten Cianjur sebesar 15 persen dari gaji yang didapatnya.

“Kalau untuk pemotongan anggota dewan minimal 15 persen tapi pada kenyataan itu dilakukan lebih, karena bulan-bulan sebelumnya kita juga ada pemotongan untuk penanganan Covid 19,”ujarnya.

Menurutnya dana yang terkumpul dari pemotongan sejumlah dewan di DPRD Kabupaten Cianjur, kemudian iuran anggota tingkat DPD, DPC dan ranting akan dialokasikan untuk program pembagian sembako.

“Untuk alokasinya kita punya program bagi-bagi sembako 1,7 juta paket seluruh indonesia. Kita berharap Cianjur sendiri terkumpul ribuan dan
sedang kita siapkan,”terangnya.

Disinggung mengenai keberlanjutan pemotongan gaji bagi anggota DPRD fraksi PKS, Gilar belum mengetahuinya dan hanya menunggu instruksi dari PKS Pusat.

“Sementara ini kami fokus dulu di bulan agustus. Nanti kita lebih maksimalkan, kami menunggu intruksi pusat karena ini gerakan nasional,”pungkasnya. (byu)