Salah Satu Desa di Cibeber Terlantarkan Warga yang Lakukan Isoman

Ilustrasi Covid-19

RADARCIANJUR.com – Masyarakat di salah satu Desa di Kecamatan Cibeber mempertanyakan kebijakan pemerintah Desa setempat terkait penanganan isolasi mandiri.

Pasalnya keluarga tersebut tak mendapatkan pasokan kebutuhan selama 14 hari sebagai upaya penyembuhan dari Covid 19.

PB (65) salah satu masyarakat pasien yang terkonfirmasi Covid 19 yang saat ini sudah dinyatakan sembuh mengatakan, ia dan keluarganya sama sekali tidak mendapatkan perhatian dari pemerintah Desa.

“Saya melakukan isoman bersama anak dan istri, selama 14 hari tidak ada sama sekali perhatian dari pemerintah Desa setempat,”katanya.

Untuk menunjang kebutuhan selama menjalani Isoman, ia dan keluarga hanya mengandalkan bantuan dari karangtaruna desa setempat serta menggunakan dana pribadi.

“Selama isoman saya dan keluarga pakai uang sendiri untuk membeli kebutuhan seperti makanan, minuman, vitamin dan obat-obatan, paling kami kurang lebih 3 kali ada dari karangtaruna datang ke saya memberikan sumbangan sembako itupun dana hasil swadaya sumbangan para pedagang pasar Cibeber,”ungkapnya.

Sementara itu, Salah satu warga yang aktif di bagian kepemudaan di Desa HC (35) mengatakan, anggaran untuk pasien isoman telah dianggarkan pemerintah desa setempat pada hasil Musyawarah Kerja Desa (Muskerdes).

“Berdasarkan hasil Musyawarah Kerja Desa (Muskerdes) sekitar beberapa bulan yang lalu pemerintah Desa menganggarkan sekitar 8 persen untuk penanganan covid 19, kita tau anggarannya ada 73 juta dan dibagi-bagi untuk pembelanjaan dan penanganan seperti penyemprotan disinfektan dan kebutuhan warga yang terkonfirmasi positif untuk melakukan isoman,”tuturnya.

Namun menurutnya beberapa poin hasil Muskerdes pada kenyataannya tidak sesuai penerapannya dilapangan.

“Untuk pasien isoman 100 ribu per hari, namun ketika pelaksanaannya ketika ada pasien Isoman sudah mencapai 7 orang itu realisasinya ada yang di kasih 500 ribu 700 ribu, 1 juta bahkan ada yang tidak di kasih sama sekali. Setelah ditanyakan itu karena kebijakan dari Kades dan ke sini-sini dananya di stop, yang melaksanakan Isoman hanya di kasih vitamin saja,”tuturnya.

Sementara itu di konfirmasi Radar Cianjur Kepala Desa setempat M.I.K membantah tidak memberikan bantuan kepada warganya yang melakukan Isoman.

“Sudah semuanya, itu informasi dari siapa, silahkan cek ketua karangtaruna dan warga yang mendapatkan makanan dan minumannya,”bantahnya.

Terpisah, Plt Kadis Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur menyebutkan, sudah seharusnya pemerintah Desa untuk menyisihkan anggaran untuk penanganan Covid 19.

“Minimial 8 persen dari anggaran dana Desa untuk penanganan Covid 19, saya kira itu menjadi kebijakan Desa masing-masing seperti apa.? Kemudian anggaran tersebut dianggarkan untuk pemberian sembako, vitamin, obat-obatan dan lainnya,”tandasnya. (byu)