Polsek Sindangbarang Kejar Pelaku Pemerasan Pembelian Bendera

CEK LOKASI: Petugas Polsek Sindangbarang mendatangi lokasi kejadian pemerasan yang sempat viral di media sosial. (Foto Istimewa)

RADARCIANJUR.com- Beberapa hari yang lalu, dunia media sosial ramai dengan dugaan pungutan liar di Jalan Sindangbarang dengan kedok penggalangan dana untuk kegiatan Kemerdekaan RI ke-76 dengan maksa memasang bendera ke salah satu pengendara. Dari video yang beredar dengan waktu kurang lebih 50 detik, terlihat pengendara diberhentikan dan dipasang bendera merah putih berukuran kecil pada bagian depan oleh dua orang.

Aksi tersebut terekam oleh kamera yang terpasang di kendaraan pengemudi. Diduga aksi tersebut dipaksa agar membeli. Bahkan, dari informasi yang ada, kejadian tersebut sering terjadi setiap tahun.

Usai memasangkan bendera, kedua orang itu langsung meminta sejumlah uang kepada pengendara dengan dalih penggalangan dana untuk memperingati hari kemerdekaan RI yang biasa diperingati setiap 17 Agustus.

Meskipun si pengendara telah meminta oknum warga tersebut untuk mencopot bendera yang telah dipasangkannya. Namun, oknum tersebut tetap memaksa si pengendara mobil itu memberikan sejumlah uang dengan alasan bendera sudah terpasang dan susah di copot lagi.

Menanggapi hal tersebut, Kapolsek Sindangbarang, AKP Muhaimin mengatakan, telah memerintahkan jajarannya untuk melakukan penyelidikan terkait dugaan aksi pungli yang dilakukan sejumlah warga itu.

Pihaknya menegaskan, akan menindak tegas para pelaku jika terbukti melakukan aksi pungli terhadap para pengendara yang melintasi jalur tersebut.

“Sedang dalam pengecekan dan akan dilakukan penindakan jika memang terbukti. Sementara, setelah dilakukan pengecekan ke lokasi sudah tidak ada aktivitas tersebut diduga mereka telah membubarkan diri,” ujarnya melalui sambungan telepon.

Muhaimin meminta masyarakat agar aktif melaporkan segala bentuk potensi pelanggaran hukum di wilayahnya agar segera dilakukan penanganan oleh kepolisian.

Diduga, kejadian pemerasan tersebut terjadi pada Senin (9/8), pihaknya pun langsung bergerak cepat agar tidak terulang kembali kejadian serupa.

“Saat ini masih di lakukan lidik oleh kanit reskrim apakah betul ada indikasi pemerasan atau premanisme di sana? bila ada akan di lakukan tindakan tegas sekecil apapun tindakan premanisme sesuai perintah pimpinan,” tutupnya. (kim)