Rombongan Komisi A DPRD Cianjur Beserta OPD Terkait Sidak ke Proyek di Sukatani

SIDAK: Rombongan Komisi A, Dinas Perijinan dan DPMD saat melakukan sidak ke proyek PT Agrikol di Sukatani. Foto: Istimewa

RADARCIANJUR.com – Rombongan Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Cianjur, Dinas Perijinan dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), melakukan sidak ke proyek PT Agrikol yang beralamat di Kampung Gunungputri RT 01 RW 07, Desa Sukatani Kecamatan Pacet, belum lama ini.

Rombongan tersebut langsung menuju lokasi proyek pengerjaan bangunan untuk packing house, dan bertemu langsung pengelola proyek.

Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Cianjur, M Isnaei mengatakan, adanya peninjuan kali ini adalah menindaklanjuti laporan dari masyarakat bahwa ada proyek pengeboran sumur bor di proyek PT Agrikol.

“Setelah kita telusuri ternyata benar adanya proyek sumur bor tersebut. Hasilnya, ijin yang sudah diberikan oleh Kades ke perusahaan kembali dicabut karena bukan kewenangannya,” kata Isnaeni kepada wartawan.

Isnaeni mengatakan, bahwa dari kedua belah pihak yang memberikan ijin sumur bor serta pihak perusahaan sudah musyawarah. Hasilnya, perusahaan tersebut menerimanya dengan baik. Hanya ijin sertifikat laik fungsi atau SLF yang belum diselesaikan dan harus segera ditempuh.

“Kalau untuk IMB ijinnya sudah lengkap, mungkin hanya tinggal SLF saja yang belum. Namun untuk pembangunan sumur bor yang akan ditutup sementara karena perlu ada ijin dari Provinsi,” kata dia.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Ahmad Danial mengatakan, kedatangannya ke Proyek yang beralamat di Kampung Gunungputri tersebut merupakan menindaklanjuti laporan masyarakat kaitan dengan pengeboran sumur bor yang diduga tanpa ijin. Terlebih lokasinya yang berada di lingkungan proyek yang telah dikeluarkan oleh Kepala Desa.

“Jadi ada satu surat yang dikeluarkan oleh Kades kaitan dengan pemberian ijin pengeboran sumur bor di lingkungan proyek. Perlu diketahui, bahwa itu tidak boleh karena ijin pembuatan sumur bor bagi perusahaan ini kewenangannya ada di provinsi,” kata Danial.

Danial mengatakan, setelah dilakukan musyawarah bersama Kades, surat tersebut sudah dicabut. Selain itu, ijin pengeboran sumur bor sekarang sudah ditutup sementara.

“Untuk sementara ijin sumur bor ditutup karena harus melalui prosedur yang benar yakni dari Provinsi,” ujarnya.

Kepala Desa Sukatani, H. Udin Sanusi mengaku bahwa dirinya memang telah menandatangani izin pembangunan proyek packing house di wilayahnya tersebut. Namun ia menyatakan, bahwa izin itu telah ditempuh setelah ada kesepakatan dari warga sekitar atau izin lingkungan.

“Memang pihak desa telah menandatangani surat izin itu, tapi setelah ada rekomendasi dan kesepakatan dari warga sekitar atau izin lingkungan,” kata dia saat ditemui radarcianjur.com, Rabu (11/8/2021).

Tak hanya itu, ia mengatakan, kedatangan rombongan anggota DPRD bersama sejumlah dinas terkait itu memang untuk meninjau langsung pembangunan proyek tersebut. Tidak ada hal yang serius karena adanya dugaan melanggar.

“Iya kedatangan beliau-beliau itu memang untuk meninjau saja. Walaupun memang ada beberapa hal yang harus dilengkapi. Tapi kami juga sudah sampaikan kepada pemilik proyek agar segera dirampungkan,” kata dia.

Dengan adanya hal tersebut, pihaknya juga telah meminta kepada pemilik perusahaan, agar bisa memberikan manfaat atau memberdayakan warga di sekitar untuk bisa bekerja di perusahaan itu.

“Kami dari pemerintah desa telah melakukan upaya komunikatif kepada pihak perusahaan untuk segera diselesaikan apa-apa yang belum dibereskan. Termasuk meminta supaya masyarakat sekitar bisa diberdayakan,” tandasnya. (dan)