Investor Terganjal PPKM, Tunda Lakukan Permodalan di Cianjur

RADARCIANJUR.com- Kondisi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 di Kabupaten Cianjur berdampak pada investasi yang ada dikarenakan pembatasan berbagai aktifitas di Cianjur.

Meskipun proses pembuatan perizinan mudah dilakukan, tapi kondisi PPKM membuat sejumlah investor menunda sementara untuk membuat usaha di Kabupaten Cianjur.

Kabid Perizinan dan Non-perizinan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Cianjur Superi Faizal membenarkan hal tersebut. Berbeda dari tahun sebelumnya yakni 2020, masih ada investor yang menanamkan modalnya di Kabupaten Cianjur, namun saat ini belum terlihat.

“Kalau tahun kemarin 2020 awal-awal masih ada tapi dari awal 2021 sampai sekarang belum ada investor dan menanamkan modal di Cianjur,” ujarnya.

Lanjutnya, saat ini proses pengajuan izin usaha sudah sangat mudah. Sesuai dengan perundang-undangan yang terbaru yaitu Undang-Undang Cipta Kerja dan turunannya.

“Proses perizinan lebih mudah cepat dan juga tidak ada biaya selain retribusi dan biaya kajian seperti Analisis dampak lingkungan (Amdal) Analisis dampak lalu lintas (Andalalin) yang harus ditempuh investor kalau yang lainnya tidak ada biaya,” paparnya.

Meski masih ada beberapa rumah makan yang belum mengurus izin usaha. Namun, sebelum PPKM diberlakukan, dua rumah makan yang belum berizin di Cianjur sudah memiliki izin usaha.

“Kalau saat ini setelah diberlakukannya Sistem Online Single Submission (OSS) berbasis risiko perizinannya mudah sekali, mereka tinggal mendaftar ke OSS untuk mendaftarkan secara mandiri,” terangnya.

Banyak strategi yang dilakukan DPMPTSP Cianjur untuk menarik investor dan menekankan tertib izin usaha. Pihaknya sudah gencar melakukan sosialisasi bahwa proses perizinan saat ini bisa dilakukan dengan mudah.

“Termasuk juga untuk proses izin usaha lainnya sudah dijelaskan secara langsung di OSS, karena di situ ada penerbitan otomatis untuk usaha yang risikonya rendah dan menengah,” jelasnya.

Pihaknya mengaku sudah ada beberapa investor yang menghubungi DPMPTSP untuk berinvestasi di Cianjur. Seperti membangun gudang, pabrik dan perumahan.

“Tapi kita juga atur juga soal tata ruangnya, kalau bisa ya bisa dibangun. Untuk menarik investor, kita tekankan bahwa perizinan di Cianjur itu cepat dan mudah,” tutupnya. (kim)