Sempat Alami Anjlok Saat PPKM Darurat, Kini PAD Pasar Cipanas Mulai Meningkat

Pasar Cipanas, Kabupaten Cianjur. Foto: Dadan Suherman/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Sempat mengalami penurunan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang cukup signifikan akibat adanya penerapan PPKM Darurat bulan lalu, kini Pasar rakyat Cipanas telah mulai menggeliat lagi setelah diberlakukannya pelonggaran aturan oleh pemerintah dalam PPKM Level 3 di Kabupaten Cianjur.

Kasubbag Tata Usaha (TU) Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pasar Cipanas, Iman Rohiman mengatakan, sejak penerapan PPKM level 3 di kabupaten Cianjur, sejumlah pedagang atau kios non esensial di pasar Cipanas kembali bisa berjualan lagi. Namun dengan tetap menerapkan protokol kesehatan ketat. Sehingga secara otomatis di saat kondisi tersebut mulai kembali normal, penarikan retribusi pun mulai mengalami peningkatan lagi.

“Alhamdulillah untuk retribusi daerah yang nantinya masuk dalam PAD Cianjur, setelah para pedagang non esensial atau sandang bisa kembali berjualan, retribusi pasar pun mulai naik,” kata Iman saat ditemui di ruang kerjanya belum lama ini.

Ia menyebut, pendapatan dari retribusi beberapa pekan hingga kini, naik menjadi 60 persen. Dari sebelumnya justru sangat anjlok di masa penerapam PPKM Darurat yang hanya mendapatkan 40 persen, itupun dari penarikan retribusi pedagang pangan atau sembako saat itu.

“Kalau saat PPKM darurat kita anjlok 60 persen, nah sekarang alhamdulillah kita bisa mulai naik lagi sekitar 60 persen PAD pasar Cipanas ini,” jelasnya.

Meski demikian, pihaknya kini masih tetap berupaya untuk terus meningkatkan lagi salah satu penghasil PAD kabupaten Cianjur ini dengan maksimal.

“Ya walaupun sudah ada peningkatan baru mencapai 60 persen, tetapi kami tetap maksimalkan hasil retribusi daerah ini supaya menjadi 100 persen,” ujarnya.

Tak hanya itu, ia juga menyebut, fenomena yang terjadi pasca diterapkan PPKM Darurat lalu, justru berdampak kurang baik terhadap antusias para pedagang sandang khususnya yang selama ini berjualan langsung di lapak-lapak pasar, namun kini mereka lebih memilih berdagang via online.

“Nah, justru setelah PPKM Darurat kemarin, sebagian para pedagang pakaian khususnya lebih memilih berdagang di rumahnya masing-masing secara online. Makanya itu juga jadi imbas belum maksimalnya penghasil PAD dari pasar,” tuturnya.

Akan tetapi, di sisi lain pihaknya juga berharap, bahwa perputaran ekonomi di pasar rakyat Cipanas ini bisa kembali normal, bahkan lebih baik dari sebelumnya.

“Tapi intinya kami berharap, segala bentuk perputaran ekonomi di masyarakat khususnya bagi para pedagang di pasar Cipanas ini bisa terus menggeliat. Bahkan lebih baik lagi dari sekarang,” pungkasnya. (dan)