Tagih Janji Bercerai, Seorang Pria Cikadu Bacok Ibu Rumah Tangga

Pelaku pembacokan Ibu rumah tangga di kampung Pasir Ceuri RT 06 RW 02 Desa Mekarjaya Kecamatan Cikadu berhasil diamankan Polsek Cibinong

RADARCIANJUR.com- Setelah sempat viral postingan salah satu akun media sosial Facebook yang memposting bentuk penganiayaan pada Rabu (11/07/2021) sekitar pukul 01.00 WIB. Polsek Cibinong akhirnya berhasil membekuk pelaku yang berinisial EA (36)

Pelaku Sebelumnya telah menganiaya NR (37) seorang ibu rumah tangga warga asal kampung Pasir Ceuri RT 06 RW 02 Desa Mekarjaya Kecamatan Cikadu menggunakan sebilah golok.

Kapolsek Cibinong AKP Ahmad Rivai SH mengatakan pelaku dengan tega membacok korban karena menagih janji NR yang harus mengajukan gugatan cerai kepada sang suami.

Diketahui NR dan EA telah menjalin hubungan gelap perselingkuhan selama 4 tahun lamanya.

“Pada saat kejadian pelaku datang kerumah korban dan masuk melalui dapur, kemudian selanjutnya korban di bawa keluar rumah, melihat adanya golok di atas palang kayu EA membawanya untuk menakuti NR,”katanya.

Setelah tiba diluar rumah terjadi cekcok adu mulut korban dengan pelaku, EA yang emosi keinginannya tidak digubris akhirnya membekap kemudian membacok korban dengan sebilah golok yang dibawanya.

“Pelaku membekap mulut korban sehingga korban jatuh, pada saat korban jatuh kesamping langsung pelaku munusukan golok tersebut kearah leher korban dengan menggunakan golok yang ada disampingnya sehingga korban luka di leher dan jari tangan,”ungkapnya.

Melihat NR yang terjatuh ditanah dengan berlumuran darah, EA kemudian pergi untuk melarikan diri.

“Pelaku meninggalkan korban dan sebilah golok yang di tancapkan ditanah,”tuturnya.

Kemudian mendengar jeritan korban masyarakat sekitar kemudian berhamburan keluar.

“Tak berselang lama korban segera dibawa Rumah sakit terdekat namun kemudian di rujuk RSUD Sayang Cianjur,”ungkapnya.

Akibat perbuatan yang dilakukannya EA di jerat Pasal 351 ayat (1), (2) KUHP tentang tindak pidana penganiayaan.

“Pelaku diancam dengan pidana penjara dengan maksimal kurungan dua tahun delapan bulan,”pungkasnya (byu)