BMKG Keluarkan Peringatan Hujan Lebat di Beberapa Wilayah Indonesia

RADARCIANJUR.com–Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini prakiraan hujan lebat disertai kilat dan angin kencang di beberapa wilayah Indonesia pada Jumat (13/8).

Dalam informasi yang dikutip dari situs BMKG pada Jumat (13/8), disampaikan potensi hujan sedang hingga lebat disertai kilat diperingatkan untuk Provinsi Aceh, Bengkulu, Lampung, Riau, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur. Kondisi serupa juga berpotensi terjadi di wilayah Bali, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Gorontalo, Maluku, Nusa Tenggara Barat, dan Papua Barat.

Menurut BMKG, sirkulasi siklonik terpantau di Samudera Hindia barat Sumatera Utara dan di Selat Karimata bagian utara yang membentuk daerah konvergensi memanjang dari Samudra Hindia barat Sumatera hingga perairan
barat Aceh dan dari Kalimantan bagian timur hingga perairan barat Kalimantan Barat. Daerah konvergensi juga terpantau memanjang dari Laut Jawa bagian barat hingga perairan Kepulauan Riau, dari Jawa Tengah hingga Jawa Barat, dan dari perairan timur Sulawesi Tenggara, hingga Sulawesi Tengah.

Terkait dengan kondisi tersebut, BMKG menilai, mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar wilayah sirkulasi siklonik dan di sepanjang daerah konvergensi tersebut. BMKG juga memperingatkan potensi angin kencang di provinsi Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara Timur. Di samping itu, BMKG memperingatkan masyarakat NTT untuk waspada kebakaran hutan dan lahan.

Sebelumnya, BMKG mengimbau seluruh pengguna jasa kelautan untuk mewaspadai kemungkinan terjadinya gelombang ekstrem di Samudra Hindia selatan Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Daerah Istimewa Jogjakarta. ”Berdasar analisis kami, tinggi gelombang di Samudra Hindia selatan Jabar–DIY berpotensi mencapai kisaran 6–9 meter sehingga masuk kategori gelombang ekstrem,” kata Kepala Kelompok Teknisi Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap Teguh Wardoyo seperti dilansir dari Antara di Cilacap, Jateng, Kamis (12/8).

Dia mengatakan, peningkatan tinggi gelombang tersebut dipengaruhi pola angin di wilayah Indonesia bagian selatan yang dominan bergerak dari timur–tenggara dengan kecepatan angin berkisar 5–25 knot. Embusan angin yang cenderung searah dengan kecepatan tinggi berpotensi mengakibatkan peningkatan tinggi gelombang.(mg/jpc)