Kronologi yang Membuat Yamaha Mengklaim Vinales Merusak Mesin

RADARCIANJUR.Com Kabar tentang Yamaha yang menskorsing Maverick Vinales dari GP Austria menjadi berita besar di paddock MotoGP Kamis (12/8), menjelang rangkaian balapan hari ini (13/8).

Yamaha menyebut Vinales melakukan ‘’tindakan diluar kebiasaan pada motornya’’ yang berpotensi merusak mesin. Juga membahayakan dirinya sendiri dan rider MotoGP lainnya.

Sebuah video di laman resmi MotoGP memperlihatkan rekaman gambar dari kamera dashboard motor Vinales yang diyakini membuat Yamaha murka.

Setelah tampil menjanjikan pada balapan pertama sebelum red flag, akibat insiden yang menimpa Dani Pedrosa (Red Bull KTM) dan Lorenzo Savadori (Aprilia), Vinales yang akan start pada balapan kedua mengalami mogok.

Dia kemudian terpaksa mendorong motornya keluar dari grid dan start dari pitlane di GP Styria.

Setelah memburu dan menyalip beberapa pembalap di depannya, Vinales kemudian dijatuhi sanksi long lap akibat melampaui track limit.

Vinales pun menjalani penaltinya saat balapan menyisakan 15 lap lagi.

Mantan rider Suzuki tersebut kemudian tidak bisa lagi mengejar posisi yang sama seperti sebelum menjalani penaltinya itu.

Memasuki lap-lap akhir balapan, Vinales malah disali Cal Crutchlow (Yamaha SRT). Saat itu, balapan menyisakan empat lap lagi.

Dari catatan waktu lapnya, jelas sekali Vinales mengalami penurunan secara signifikan.

Setelah mencatat lap 1 menit 25 detik, rider Spanyol tersebut kemudian berturut-turut membukukan 1 menit 30,3 detik, 1 menit 31,8 detik, dan 1 menit 30,6 detik di tiga lap terakhir sebelum dia diminta masuk pit oleh tim.

Catatan waktu tersebut lebih lambat sampai lebih dari lima detik dibandingkan dengan pace sebelumnya.

Di lap terakhir, dari kamera dashboard terlihat Vinales menggeber-geber motornya saat keluar dari tikungan 8. Aksi itu membuat putaran mesin motornya menyentuh rev limiter (batas RPM tertinggi).

Aksi yang sama diulangi oleh Vinales saat akan masuk ke pitlane.

Dari video tersebut tampak Vinales menggeber motornya hingga melampaui rev limiter sampai dua kali.

Dalam pernyataannya, Yamaha mengaku memiliki data lengkap pada telemetri sebagai bukti bahwa Vinales sengaja ingin merusak mesin.(mg/jpc)