Pasien RSUD Sayang Belum Dites Antigen, Dibawa ke Ruang Isolasi

MEMBAIK: RSUD Cianjur dan beberapa rumah sakit daerah lainnya sedikit bernafas lega dengan penurunan kasus terkonfirmasi. (Foto Hakim Radar Cianjur)

RADARCIANJUR.com- Kori Rukoyah warga Kampung Pangkalan Rt 02 Rw 06 Desa Benjot Kecamatan Cugenang yang merupakan pasien di RSUD Sayang, Cianjur mendapatkan pelayanan kurang menyenangkan. Kejadian tersebut berlangsung kurang lebih empat hari sebelumnya sekitar pukul 4.00 WIB, saat itu pasien mengalami batuk berdarah dan ditangani di instalasi gawat darurat (IGD). Bahkan sempat melakukan pemeriksaan pemeriksaan paru-paru.

Setelahnya, pasien dibawa oleh petugas yang diduga ke ruang isolasi. Sontak hal tersebut membuat pihak keluarga marah dan tidak terima. Pasalnya, pasien belum sama sekali melakukan rapid antigen maupun swab tes.

“Pada saat keluarga saya dibawa, kami menanyakan akan dibawa kemana, kita kira dibawa ke ruang rawat inap, tapi bilangnya dibawa ke ruang isolasi. Kami pun marah,” ujar Muhammad Isnaeni (28) salah satu keluarga pasien.

Pihak keluarga akhirnya membawa pasien dengan persetujuan pihak rumah sakit. Namun masalah kembali muncul, tersiar kabar pasien dikatakan dibawa pulang paksa.

“Kita malah dapet kabar kaka saya katanya dibawa pulang paksa, padahal sudah tandatangan persetujuan pulang,” paparnya.

Sementara itu, Plt Dirut RSUD Sayang Cianjur, dr Darmawan menjelaskan, semua pasien yang terindikasi harus dibawa ke ruang suspek. Seharusnya, petugas bisa memberikan penjelasan mengenai penanganan yang dilakukan.

“Semua pasien yang suspek atau dugaan mengarah ke Covid-19 tanpa harus dites juga harus dipisahkan, tapi bukan ke isolasi, namun ke ruang suspek. Selain itu, petugas juga harus menjelaskan,” terangnya.

Lanjutnya, pihak petugas pun tidak sepenuhnya disalahkan dalam kondisi tersebut. Saat itu bisa saja petugas tengah lelah dan mendapatkan kondisi tersebut kurang responsif.

“Mungkin kan petugas lelah, jadi kurang responsif, intinya harus sama-sama mengerti,” tutupnya. (kim)