Pembangunan SBSN Asrama MAN 2 Cianjur Mulai Digeber, Target Desember Rampung

SIMBOLIS: Bupati Cianjur Herman Suherman bersama Kakanwil Kemenag Jabar, dan Kepala MAN 2 Cianjur tengah melakukan peletakan batu pertama. Foto: Dadan Suherman/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Peletakan batu pertama pembangunan gedung asrama di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) yang dibiayai pemerintah melalui Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) dilaksanakan Jum’at (13/8/2021).

Dana yang diberikan pemerintah melalui aspirasi Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Diah Pitaloka itu senilai Rp 5 miliar lebih, dengan dilaksanakan secara simbolis peletakan tersebut oleh Forkopimda Cianjur bersama Kakanwil Kemenag Jabar dan Cianjur yang didampingi Kepala MAN 2 Cianjur.

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Diah Pitaloka dalam sambutannya melalui zoom meeting menyampaikan bahwa pembangunan salah satu sarana di madrasah Aliyah ini merupakan upaya pengembangan sumber daya manusia kedepan, yang diharapkan bisa menghasilkan kualitas pelajar yang lebih baik lagi.

“MAN 2 Cianjur ini merupakan salah satu ruang belajar bagi siswa, santri, dan masyarakat umum yang diharapkan bisa menghasilkan SDM lebih baik lagi di Cianjur,” kata Diah, Jum’at (13/8).

Kedepan, tak hanya di MAN 2 Cianjur saja yang akan dilakukan pembangunan demi menunjang kebutuhan sekolah, tetapi hal tersebut akan terus dikawal dan diberikan ruang kepada madrasah-madrasah lainnya di kabupaten Cianjur.

“Kami dari Komisi VIII DPR RI akan terus mengawal pembangunan serta pengembangan madrasah-madrasah semua, terutama proses pendidikannya,” ujar Diah.

Kepala MAN 2 Cianjur, Deden mengatakan, berkenaan dengan peletakan batu pertama ini memang merupakan pendanaan SBSN 2021 yang pada saat penyerahan bantuan tersebut dihadiri dan diserahkan secara langsung oleh Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Diah Pitaloka beberapa waktu lalu di Pendopo Pemkab Cianjur.

“Jadi pembangunan ini sebetulnya sudah dimulai sejak empat Minggu lalu yang insya Allah target pengerjaan hingga pertengahan Desember mendatang atau selama 150 hari kerja,” kata Deden.

Lebih lanjut ia mengatakan, alasan pihaknya mengajukan pembangunan untuk asrama di MAN 2 Cianjur ini sebab, dari tahun ke tahun peminat akan siswa yang tinggal di asrama cukup tinggi.

“Jadi pertama saya datang ke MAN 2 Cianjur itu baru sekitar 80 orang yang minat tinggal di asrama, tapi sekarang sudah meningkat menjadi 280 orang, bahkan di luar sana masih banyak yang sudah ingin membooking,” ungkapnya.

Selain itu, kapasitas yang nantinya bisa digunakan bagi para santri atau siswa MAN 2 Cianjur setelah gedung asrama itu rampung, kata Deden, bisa dipakai untuk 96 orang.

“Jadi nantinya gedung itu akan dibangun tiga lantai. Terdiri dari lantai dua dan tiga untuk asrama, atau tempat tidur pelajar perempuan, dengan disediakan tempat tidur, serta perlengkapan lainnya. Kemudian di lantai satu, itu digunakan bagi ruang penunjang asrama,” terangnya.

Secara total nilai yang digunakan dalam pembangunan tersebut, Deden menyebut, sebesar Rp 5,129 miliar. Dengan nilai pengerjaan untuk fisik yakni Rp 3,39 miliar, dan sisanya digunakan bagi pembelian perlengkapan asrama seluruhnya, seperti mebeleur, dan lain sebagainya.

Terakhir, ia menambahkan, adanya pembangunan asrama ini kedepan, bisa menjadikan sebagai madrasah yang representatif bagi masyarakat Cianjur.

“Saya lihat memang boarding school ini adalah sangat penting bagi sebuah pendidikan pondok pesantren. Bahkan di beberapa daerah, ketersediaan ponpes itu sangat mendominasi prestasi maupun pengembangan bakat anak,” pungkasnya. (dan)