Harga Tomat di Pasaran Naik Hingga 300 Persen

Petani tomat di wilayah Kecamatan Cipanas saat sedang panen. Foto: Dokumentasi

RADARCIANJUR.com – Sudah lebih dari dua pekan ini harga tomat naik membumbung hingga mencapai 300 persen.

Harga eceran tomat sayur yang biasanya hanya dijual Rp 5.000 hingga Rp 6.000 perkilonya, kini sudah menembus angka Rp 16.000/kg.

“Di pasar tomat sayur harganya sudah Rp 16.000 perkilo. Seperempat kilonya Rp 4.000. Padahal biasanya Cuma Rp 1.500 seperempat kilo,” kata Siti Aisyah (30) Seorang Ibu Rumah Tangga di Pacet Cianjur, Minggu (15/8/2021).

Bahkan, jika di warung-warung biasa, kata dia, eceran tomat bisa dijual satu biji dihargai Rp 500. “Kalau di warung, saya beli seperempat itu Rp 5.000. Emang mungkin sedang viral harga tomat ini,” ujarnya sambil tersenyum.

Sementara itu, menurut seorang petani asal Cipanas, Busyrol mengaku, harga tomat di tingkat petani pun mengalami kenaikan yang cukup drastis selama hampir sebulan terakhir.

Harga tomat di tingkat petani sayur mayur Desa Sindanglaya contohnya, harganya naik dari Rp 2.000/kg hingga Rp 3.000, kini menjadi menjual Rp 10.000/kg.

“Itu di tingkat petani. Kalau di pasar tentu lebih mahal. Biasanya harga di pasar dua kali lipat dari harga petani. Karena memang wajar, di situ ada biaya operasionalnya,” kata Busyrol.

Melonjaknya harga tomat di tingkat pasar eceran tersebut menurutnya, disebabkan karena terbatasnya pasokan ke pasar.

“Pasokan ke pasar terbatas karena hasil panen di tingkat petani juga terbatas. Tidak banyak kebun tomat yang sekarang lagi panen. Karena memang lagi musim kemarau juga,” katanya.

Terbatasnya pasokan dari petani tersebut membuat harga tomat di tinggkat petani pun naik sampai 4 kali lipat dalam 3 minggu terakhir.

“Dari semula hanya Rp 2.000/kg naik jadi Rp 8.000/kg. “Itu tomat sayur, sementara tomat besar (tomat TW) lebih mahal, Rp 10.000/kg di tingkat petani,” ucapnya.

Meski begitu, ia juga memprediksi bahwa kenaikan tersebut tentunya bakal terjadi penurunan kembali setelah musim kemarau berakhir.

“Kemungkinan turun pasti kang. Sebentar lagi juga bakal anjlok lagi. Padahal untuk jenis sayur mayur lain, justru kini harganya sedang anjlok sekali. Tapi untuk tomat memang harganya sedang naik daun,” pungkasnya. (dan)