Keterisian Tempat Tidur di Tiga Rumah Sakit Turun Hingga di Bawah 50 Persen

Bupati Cianjur Herman Suherman. Foto: Dadan Suherman/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com- Pasca Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 di Kabupaten Cianjur turut berdampak kepada keterisian rumah sakit. Penurunan keterisian di tiga rumah sakit pemerintah di bawah 50 persen.

Penurunan tingkat keterisian tempat tidur pasien Covid-19 itu di antaranya terjadi di RSUD Sayang yang kini mencapai 47 persen, RSUD Cimacan 27 persen dan RSUD Pagelaran mencapai 0 persen.

Bupati Cianjur, Herman Suherman mengatakan, tingkat keterisian tempat tidur di ruang isolasi Covid-19 di tiga rumah sakit milik pemerintah menurun di masa PPKM level 3.

“Di RSUD Sayang tingkat keterisian tempat tidur pasien di ruang isolasi COVID-19 mencapai 47 persen, RSUD Cimacan 27 persen, dan RSUD Pagelaran 0 persen. Ini hasil yang sangat luar biasa, sehingga sejumlah ruangan yang sempat dialih fungsikan sebagai ruang isolasi kini sudah dikembalikan ke fungsi semula,” ujarnya.

Meskipun tingkat keterisian tempat tidur pasien Covid-19 di sejumlah rumah sakit mengalami penurunan. Namun pihaknya mengungkapkan, untuk tingkat kasus terkofirmasi positif virus corona masih cukup tinggi.

“Kami terus berupaya untuk menekan terjadinya lonjakan kasus, meskipun penambahannya masih terjadi. Semoga saja Kabupaten Cianjur dapat segera masuk pada level 2. Saat ini hanya empat kecamatan yang zona orange dan sisanya berada di zona hijau,” paparnya.

Sementara itu, berdasarkan data website covid19.cianjurkab.go.id kasus terkonfirmasi positif COVID-19 mencapai 12.136 kasus, dengan angka pasien sembuh sebanyak 10.342 pasien.

Sementara untuk pasien yang masih menjalani perawatan atau isolasi sebanyak 1.228 pasien, dan kasus kematian akibat COVID-19 mencapai 317 kasus. (kim)