Diduga Depresi, Seorang Pria Nekat Terjun ke Sungai

Korban Bunuh Diri FS (22) warga Kampung Cibarehong RT 12 RW 12 Desa Surade, Kecamatan Surade Kabupaten Sukabumi di sungai Peusar Desa Sukaluyu, Kecamatan Sukaluyu Kabupaten Cianjur ditemukan warga.

RADARCIANJUR.com- Warga Desa Sukaluyu digegerkan dengan penemuan sesosok mayat laki-laki di bawah jambatan Sungai Peusar Kampung Garduh RT 01 RW 01 Desa Sukaluyu Kecamatan Sukaluyu, Kabupaten Cianjur, (16/08/2021) pada pukul 06.30 WIB.

Diketahui pria berinisial FS (22) sudah tak bernyawa itu ditemukan warga mengenakan jaket berwarna abu-abu dan celana berwarna hitam

Menurut keterangan FS berasal dari Kampung Cibarehong RT 12 RW 12 Desa Surade, Kecamatan Surade Kabupaten Sukabumi, namun saat ini tinggal bersama keluarganya di kampung Cipangasih RT 01 RW 07 Desa Cibinonghilir, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur.

Saksi mata Endang (50) yang juga ketua RT setempat mengatakan, penemuan sesosok mayat tersebut berawal dari laporan warga yang melintas pagi harinya.

“Kejadiannya diperkirakan pada malam hari dan baru ditemukan warga pada pagi hari, kemudian melaporkan kejadiannya ke saya,”katanya.

Sementara itu Kapolsek Sukaluyu AKP Anaga Budiharso menuturkan, dugaan sementara korban depresi sehingga nekat melakukan bunuh diri dengan terjun ke sungai.

“Korban jatuh dari atas jembatan yang tingginya kira kira kurang lebih 15 meter dan ditemukan warga sudah tak bernyawa,”tuturnya.

Anaga menambahkan, diduga korban loncat ketika air sungai tengah surut sehingga tidak terbawa arus.

“korban ditemukan luka memar dan sobek pantat sebelah kanan, luka sobek dibagian kepala belakang,”tuturnya.

Polsek Sukaluyu kini mengamankan barang bukti korban sebelum melakukan tindakan bunuh diri.

“Barang bukti 1 unit sepeda motor suzuki smash tanpa plat nomer sebelum loncat setengah botol aqua berisi minuman alkohol jenis justom,”

Saat ini korban kemudian di evakusi dengan dilarikan ke RSUD sayang untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Sementara tidak ditemukan tanda tanda kekerasan terhadap korban, kemudian dibuatkan surat pernyataan dari keluarga untuk tidak dilakukan autopsi,”pungkasnya (byu).