Belum Vaksin, Dilarang ke Mall

MULAI KETAT: Upaya antisipasi penyebaran Covid-19, beberapa pusat perbelanjaan mewajibkan pengunjung menunjukan hasil vaksin, seperti di Citimal Cianjur. (Foto Hakim Radar Cianjur)

RADARCIANJUR.com – Tempat perbelanjaan hingga pusat perbelanjaan di beberapa daerah sudah mulai memberlakukan kepada setiap pengunjung untuk menunjukan sertifikat atau kartu vaksin saat akan memasuki pusat perbelanjaan. Bahkan, di Kabupaten Cianjur sudah mulai diberlakukan.

Seperti di Citimal Cianjur. Setiap pengunjung harus memperlihatkan sertifikat vaksin. Bahkan, sebelum memasuki pusat perbelanjaan, pengunjung harus memindai kode QR dari aplikasi PeduliLindungi agar jumlah pengunjung dapat terlihat kapasitasnya.

Marcom & Tenant Relations, Fauji Suanda mengatakan, saat ini kapasitas pengunjung pun dibatasi hingga 25 persen dan pengunjung jika sudah melakukan tes antigen atau PCR bisa ditunjukan. “Sedang direncanakan mengenai pemindaian kode QR PeduliLindungi agar kapasitas dan jumlah pengunjung dapat diketahui. Bukan hanya itu, pada saat pulang pun melakukan pemindaian,” ujarnya.

Pengunjung pun diwajibkan menggunakan masker, mencuci tangan dengan air mengalir atau hand sanitizer dan cek suhu tubuh.

Lebih lanjut ia menambahkan, untuk anak di bawah 12 tahun dan orang tua di atas 70 tahun dilarang untuk masuk ke dalam pusat perbelanjaan. Pasalnya pada usia tersebut dalam kategori rentan. “Untuk makan di tempat diwaktu hanya 30 menit sesuai dengan SE Bupati Cianjur. Selain itu, tenant juga harus sudah divaksin dan alhamdulillah semua sudah,” paparnya.

Sama halnya dengan Citimal Cianjur, Ramayana Cianjur menerapkan hal yang sama kepada pengunjung pusat perbelanjaan yang berada di Kelurahan Muka tersebut.

Selain menunjukan kartu vaksin, anak di bawah usia 12 tahun dan orang tua di atas 70 tahun tidak diperkenankan masuk dan berbelanja. Namun, untuk pemindaian kode QR PeduliLindungi, pihak Ramayana Cianjur tengah mempersiapkan aplikasi tersebut.
“Sama seperti pusat perbelanjaan lainnya, kita juga memberlakukan hal serupa untuk menunjukan kartu atau sertifikat vaksin dan wajib protokol kesehatan,” tutur Supervisor Ramayana Cianjur, Iman.

Kapasitas pengunjung pun turut dibatasi hingga 25 persen, sehingga saat sudah dalam kapasitas, pengunjung yang akan berbelanja harua menunggu terlebih dahulu.

Bupati Cianjur, H Herman Suherman mengatakan, aturan menunjukan sertifikat vaksin dikembalikan kepada daerahnya masing-masing. “Itu aturannya dikembalikan ke masing-masing daerah, yang penting tidak berkerumun dan aturannya (operasional, red) sampai jam 20.00 WIB,” terangnya.

Namun, orang nomor satu di Kabupaten Cianjur ini mengapresiasi jika ada pusat perbelanjaan ada yang menerapkan hal tersebut. Hal tersebut menjadi nilai positif.
“Sangat bagus dan sangat setuju, pemerintah daerah sangat mengapresiasi manajemen perusahaan. Karena hal tersebut bentuk upaya memutus penyebaran Covid-19,” tutupnya. (kim)