Peringati HUT RI ke-76, Yayasan Pulih Jiwa Adakan Kegiatan Perlombaan.

Para pasien ODGJ tampak antusias mengikuti perlombaan yang diadakan para pengurus Yayasan Rumah Pulih Jiwa (YRPJ).

RADARCIANJUR.com – Peringati Hut Kemerdekaan Republik Indonesia ke -76 Yayasan Rumah Pulih Jiwa (YRPJ) yang beralamat di kampung Pasir Gudang RT 01 RW 07 Desa Cibiuk, Kecamatan Ciranjang selenggarakan berbagai macam perlombaan, Rabu 18/08/2021.

Pada perlombaan yang digelar dengam sederhana di ikuti para peserta sebanyak 36 pasien ODGJ YRPJ

Berbagai perlombaan digelar dipanti tersebut diantaranya, Lomba merias wajah, berjoged menggunakan buah tomat, makan Kerupuk, dan memasukan paku kedalam botol.

Ketua Yayasan Rumah Pulih Jiwa, Rukman Samdin mengatakan, para pasien dihibur dengan berbagai perlombaan untuk menyambut hari kemerdekaan Republik Indonesia.

“Ini sekedar hiburan untuk para pasien yang dirawat di panti YRPJ. Karena meski Indonesia sudah merdeka selama 76 tahun, tapi kami kaum disabilitas mental belum merasa merdeka,”katanya.

Rukman menjelaskan, pihaknya beserta para pasien ODGJ merasa belum merdeka karena hingga saat ini belum ada perhatian, baik itu Pemerintah setempat maupun pemerintah daerah.

“Masih banyak Kaum disabilitas mental diluar sana yang belum dimerdekakan atau belum mereka mendapat hak-haknya. Contohnya, belum mendapat bantuan baik itu dari Pemerintah maupun dari dinas-dinas terkait,”ujarnya.

Meski kaum disabilitas mental banyak yang belum merdeka, lanjut Rukman, tapi kemeriahan kemerdekaan harus dirayakan karena hal itu bentuk rasa syukur untuk para pejuang yang telah berkorban membela negara untuk merdeka.

“Kami mengucap syukur untuk pejuang yang telah tiada dan mengorbankan jiwa raganya untuk kemerdekaan Republik Indonesia,”terangnya.

Rukman menuturkan, mereka yang dirawat di panti sebagian adalah korban pasung dan psikotik jalanan. Namun, kondisi fasilitas dan keadaan panti sendiri masih banyak kekurangan.

“Kondisi kami memang sangat serba kekurangan, baik itu tempat rehabilitasi maupun materi. Kami masih mengandalkan pribadi tidak ada bantuan dari pemerintahan. Bahkan untuk makan juga seadanya, adakalanya warga yang peduli memberikan sebagian rizkinya berupa makanan,”tuturnya.

Rukman berharap, pemerintah setempat, pemerintah daerah dan dinas terkait harus melek mata, jangan menutup mata terus, karena banyak kaum disabilitas mental perlu perhatian.

“Mereka juga manusia yang perlu perhatian dan bantuan. Jangan sampai mereka dipandang sebelah mata,”pungkasnya.(byu)