PPKM Lanjutan Kabupaten Cianjur Tidak Wajibkan ASN WFH

RADARCIANJUR.com – Untuk meningkatkan kinerja selama Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Cianjur Aparatur Sipil Negara (ASN) tidak  diharuskan untuk melakukan sistem Work From Home (WFH)

Kepala Badan Kepegawaian Pelatihan dan Pendidikan (BKPPD) Kabupaten Cianjur Budhi Rahayu Toyyib, mengatakan, jika dilihat kinerja ASN di Cianjur dilihat dari SKP (Sasaran Kerja Pegawai : red) cenderung baik.

“Walaupun sebetulnya SKP ini masih subjektif karena penilaiannya belum semacam di Kabupaten lain yang sudah melakukan, kita masih manual,” katanya

Menurutnya, jika dilihat dari SKP ketika adanya pemberlakuan WFH bagi ASN tidak adanya penurunan walaupun pada pelaksanaan kerja dilaksanakan di rumah.

“Macam pelayanan kepegawaian,  naik pangkat, mutasi, keluar daerah itu berjalan. Tidak ada satu bentuk keputusan yang terkait dengan kepegawaian yang tertunda,” ungkapnya.

Selain itu meski adanya pemberlakuan PPKM untuk dokumen yang sifatnya fisik tetap dapat dikerjakan oleh instansi terkait atau dinas-dinas di Kabupaten Cianjur.

“Kalau untuk melihat realisasi keuangan, fisik memang harus berdasarkan laporan yang ada di BPKAD sama yang di bagian Pembangunan. Tapi kalau dari sisi kepegaiawan yang saya lihat seluruh dinas walaupun WFH kemarin satu bulan, itu tetap berjalan,”tuturnya.

Budhi menjelaskan, bahwa pihaknya mengontrol dari segi kehadiran lewat absensi yang diberlakukan melalui aplikasi pesan WhatsApp.

“Tidak ada penurunan secara signifikan, walaupun tetap yang namanya kerja di rumah dan di kantor pasti beda. Tetapi insya allah, karena sekarang kebijakan pak Bupati juga sekarang sudah di rubah,” kata dia.

Walaupun kebijakan PPKM Cianjur untuk meningkatkan kinerja namun demi mengejar ketertinggalannya maka ASN harus tetap masuk, namun dengan prokes lengkap.

“Jadi sekarang tidak ada WFH, kecuali yang kena Covid-19,”pungkasnya (byu).