Ditinggal Mengaji, Barang Berharga Milik Santri di Cianjur Raib Digondol Maling

Diduga pelaku pencurian barang berharga terhadap seorang santri di salah satu pesantren di Cianjur dari tangkapan layar kamera pengawas. (Foto: Istimewa)

RADARCIANJUR.com – Sejumlah barang berharga milik seorang santri di Pondok Pesantren Al-Intiqol Gang Darma RT 04/03 Kelurahan Sayang, Kecamatan Cianjur, raib digondol maling belum lama ini sekira pukul 01.28 WIB.

Berdasarkan informasi yang diterima, kejadian itu bermula saat para santri sedang mengaji di lingkungan makam KH. T Muchtar Gazali yang akrab disapa Ustadz Totoy, Pimpinan Pondok Pesantren Al-Intiqol yang wafat pada Selasa (3/8/2021) lalu.

Akibat musibah tersebut, korban kehilangan sebuah smartphone, STNK, kunci motor, kartu ATM, dan sejumlah uang tunai miliknya.

Salah seorang pengurus pondok pesantren Al-Intiqol, Yusuf mengatakan, adanya informasi pencurian itu diketahui olehnya setelah menerima laporan para santri dan melihat hasil rekaman CCTV yang dipasang di lingkungan Ponpes. Ditambah adanya pengakuan korban yang mengalami kehilangan barang-barang tersebut.

“Jadi sekira pukul 01.28 WIB, salah seorang santri hendak masuk asrama atau mes usai mengaji di makam. Nah katanya dia melihat ada orang yang mencurigakan di sekitar pondok. Ternyata setelah beberapa waktu, ada seorang santri yang kehilangan barang-barang berharganya,” tutur Yusuf, Rabu (18/8).

Lebih lanjut, dari hasil rekaman CCTV, ternyata memang terlihat ada orang yang tidak dikenal masuk sambil main handphone di depan kantor Ponpes. Kemudian orang tersebut masuk ke salah satu ruangan.

“Jadi orang yang mencurigakan itu sempat dikejar oleh keponakan saya bernama Hilad sepulang dari jalan membeli makanan. Namun saat dikejar keburu kabur naik motor bersama teman pelaku,” kata dia.

“Tidak menutup kemungkinan, pelaku pencurian itu merupakan orang yang mengetahui situasi Pondok Pesantren ini,” tambahnya.

Bahkan, ia mengaku, bahwa sebenarnya di Pondok Pesantren Al-Intiqol ini pernah juga terjadi hal yang serupa. Namun jarak waktunya cukup lama, bahkan sudah beberapa tahun silam.

“Memang dulu pernah ada pencurian sepeda motor tapi sudah lama, ada lah setahun lebih. Terus Handphone juga pernah ada yang hilang, tapi itu juga sudah lama,” ungkapnya.

Dengan kejadian tersebut, ia sangat berharap, semoga siapapun yang melakukan hal tak terpuji itu diberikan kesadaran, karena mengambil hak orang lain itu sangat tidak benar.

“Mudah-mudah si pelaku diberikan hidayah oleh Alloh SWT. Kalaupun tidak di dunia, pasti akan diperhitungkan nanti di akhiratnya,” tandasnya. (dan)