Polres Evaluasi Terus Penerapan Sistem Ganjil-Genap di Pusat Kota Cianjur

Kapolres Cianjur, AKBP Doni Hermawan. Foto: Dadan Suherman/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Polres Cianjur masih mengevaluasi kelanjutan pemberlakuan pembatasan kendaraan bermotor melalui sistem ganjil genap setelah beberapa pekan ini telah berlangsung di pusat kota Cianjur.

“Kita masih kaji terus pemberlakuan ganjil genap ini. Sehingga diharapkan kepada masyarakat, ketika nantinya penerapan itu dilonggarkan maka mobilitas warga pun harus tetap dijaga. Jangan sampai kedepannya justru berdampak negatif pada kelangsungan penanganan pandemi Covid-19 di Cianjur,” tuturnya, Rabu (18/8/2021).

Bahkan tak hanya itu, pihaknya juga mengajak masyarakat agar tetap patuh serta paham akan penerapan sistem ganjil genap di salah satu ruas jalan di pusat kota Cianjur ini. Karena ini demi menjaga ikhtiar bersama dalam pencegahan penyebaran Covid-19.

“Jadi kegiatan-kegiatan yang tidak terlalu penting dan memang tidak urgent itu diharapkan masyarakat bisa menahan diri dulu. Sehingga penerapan sistem ini bisa berjalan baik demi mengantisipasi terjadinya lonjakan penyebaran virus Corona,” ujarnya.

Lebih lanjut ia mencontohkan, dalam situasi yang masih belum begitu normal, lantas dilakukan pelonggaran, di daerah-daerah lain justru malah menjadi meningkat lagi angka kasus Covid-19.

“Ada beberapa daerah lain yang dilakukan pelonggaran dan memperbolehkan aktivitas seperti biasa, justru membuat meningkat lagi kasus Covid itu. Maka dengan ini, kita tetap perlu untuk menjaga mobilitas di Cianjur ini,” kata Kapolres.

Sebelumnya, Polres Cianjur memberlakukan pembatasan kendaraan bermotor melalui sistem ganjil genap nomor polisi di sepanjang Jalan Mangunsarkoro yang merupakan jalan pusat kota guna mengurangi mobilitas warga.

Kasatlantas Polres CianjurAKP Mangku Anom Sutresno, Minggu (8/8), mengatakan bahwa pemberlakuan sistem tersebut hingga batas waktu yang belum bisa ditentukan.

Bahkan ia menegaskan bahwa penerapan ganjil genap itu disesuaikan dengan tanggal dan sudah dilakukan satu hari sebelumnya sekaligus sosialisasi agar diketahui warga penguna kendaraan.

“Setiap harinya akan dievaluasi sebelum ditetapkan sanksi,” ujarnya.

Pada saat ini, kata dia, baru di sepanjang Jalan Mangunsarkoro. Namun, tidak menutup kemungkinan akan diperluas. Hal itu mengingat mobilitas warga masih tinggi di jalan protokol Cianjur. (dan)