Warisan Leluhur Cianjur Bakal Jadi Mulok

GENCAR: Komite Tiga Pilar Budaya Cianjur melakukan sosialisasi ke 32 kecamatan di Cianjur secara virtual hasil dari tindaklanjut Perda Nomor 10 Tahun 2020. (Foto Hakim Radar Cianjur)

RADARCIANJUR.com- Tiga Pilar Budaya Cianjur yakni Ngaos, Mamaos dan Maenpo sudah diatur dalam peraturan daerah (perda) sebagai bentuk upaya pelestarian budaya asli Kabupaten Cianjur. Pasca diresmikannya perda mengenai Tiga Pilar Budaya Cianjur tersebut, saat ini Komite Tiga Pilar Budaya Cianjur mulai gencar melakukan sosialisasi ke 32 kecamatan di Kabupaten Cianjur.

Bertempat di Pendopo Kabupaten Cianjur, secara resmi Tiga Pilar Budaya Cianjur dimulai pelaksanaan untuk penerapan program pelestarian budaya di Kabupaten Cianjur.

Bupati Cianjur, H Herman Suherman mengatakan, sosialisasi tersebut tindaklanjut dari Perda Nomor 10 Tahun 2020. Pihaknya meminta kepada Komite Tiga Pilar Cianjur untuk menyampaikan kepada masyarakat Cianjur agar cagar budaya ini bisa tetap lestari.

“Saya meminta kepada panitia agar segera melakukan sosialisasi dan menyampaikan kepada masyarakat Cianjur mengenai Tiga Pilar Budaya Cianjur, karena ini merupakan amanat dari leluhur kita terdahulu,” ujarnya.

Lanjutnya, dirinya pun berpesan kepada siapapun nanti pemimpin Kabupaten Cianjur untuk tidak merubah Tiga Pilar Budaya Cianjur. Bahkan, kedepannya ini akan menjadi muatan lokal (mulok) di dunia pendidikan.

“Nantinya ketika sudah melekat di masyarakat, ini bisa menjadi wisata budaya. Selain itu, ini harus dan wajib menjadi mulok di pendidikan Cianjur,” paparnya.

Sementara itu, Ketua Komite Tiga Pilar Budaya Cianjur, R Sulaeman menambahkan, sosialisasi ini dilakukan dengan virtual mengingat kondisi masih pandemi. Namun kedepannya, pihaknya akan datang ke setiap kecamatan.

“Targetnya ke seluruh masyarakat Cianjur, sehingga ini bisa menjadi kebanggan dan pelestarian budaya,” terangnya.

Mengenai dijadikan Tiga Pilar Budaya Cianjur sebagai muatan lokal, dirinya menyambut baik hal tersebut. Pasalnya, generasi penerus menjadi aset pelestari budaya.

“Memang harus, agar generasi penerus atau yang akan datang lebih memahami arti budaya dan kearifan lokalnya. Meskipun saat ini era globalisasi sangat berperan dan ada dampak-dampak, terlebih saat ini lebih cenderung mengikuti budaya dari luar,” paparnya.

Dengan adanya Tiga Pilar Budaya Cianjur, bisa menjadi benteng melalui nilai-nilai budaya peninggalan leluhur Kabupaten Cianjur. (kim)