Karena Graduasi Mandiri, Pendamping PKH Sindanglaya Toreh Prestasi Tingkat Nasional

TOREHKAN: Mansur Effendi (kanan) yang merupakan pendamping PKH di Desa Sindanglaya Kecamatan Cipanas, Cianjur mampu torehkan prestasi tingkat nasional. Foto: Istimewa

RADARCIANJUR.com – Jalan Mansur Efendi mendapatkan sejumlah penghargaan tak semudah dibayangkan. Karena ketekunan serta semangat yang ia miliki untuk bisa mengraduasi para keluarga penerima manfaat dalam program keluarga harapan (PKH), membawa ia berhasil menorehkan prestasi hingga ke tingkat nasional.

Laporan, Dadan Suherman/ Radar Cianjur

MENJADI pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) telah Mansur lakoni sejak lima tahun silam. Lika liku perjalanan dalam membina ratusan keluarga penerima manfaat atau KPM sudah ia rasakan.

Karakteristik para KPM pun menjadi tantangan. Beberapa mungkin ada yang memiliki pemikiran luas. Namun tak sedikit pula di saat diberikan edukasi serta sosialisasi mereka menolak.

Semangat serta ketekunanlah yang menjadi cambuk bagi Mansur untuk tetap bisa bertahan dalam lingkaran hidup ratusan warga yang ia harus bina.

“Intinya semangat dan ketekunan dalam menjalankan suatu pekerjaan,” ucap pria lulusan STAI Yamisa Soreang itu.

Desa Sindanglaya, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur menjadi awal ia berkiprah. Pengenalan dan pendekatan kepada masyarakat ia tanamkan.

Dukungan serta bantuan dari semua pihak tak lepas ia rasakan. Mulai dari Kepala Desa, Babinsa, Babinmas, juga rekan-rekan semuanya.

Bertepatan dengan peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-76 Agustus kali ini, menjadi momen tak terlupakan bagi Mansur.

Bersama 271 Pendamping PKH lainnya se-Indonesia, ia berhasil menjadi salah satu pendamping PKH di kabupaten Cianjur yang berprestasi hingga ke tingkat nasional. Penghargaan yang ia terima langsung dari Menteri Sosial melalui daring.

Indikator pencapaian prestasi yang Mansur bisa raih, salah satunya adalah setelah berhasil menggraduasi mandiri sebanyak 188 KPM pada 2020 kemarin.

“Melalui Program Pemberdayaan KPM PKH yang saya usung, menjadi salah satu indikator sebagai pendamping PKH berprestasi tingkat nasional,” ungkap pria berusia 36 tahun itu.

Menjadi pendamping PKH berprestasi tingkat nasional, tentunya banyak harapan. Salah satunya adalah bisa menjadi motivasi bagi seluruh pendamping PKH lainnya. Baik di Kabupaten Cianjur, maupun di seluruh Indonesia.

“Saya berharap seluruh KPM PKH bisa tetap bertahan dan semangat meski pandemi belum usai. Sebab pandemi jangan dijadikan sebagai halangan, tapi jadikanlah sebagai tantangan,” kata pria hitam manis itu.

Terlebih, Mansur berharap, dengan diraihnya penghargaan ini, semoga bisa menepis berbagai kabar miring terhadap para pendamping PKH selama ini yang masih ada pemikiran sebagian masyarakat hal negatifnya.

“Kita semua tahu bahwa pandemi masih menjadi masalah besar yang belum bisa tertangani hingga saat ini. Namun Alhamdulillah, saya bisa membuktikan yang terbaik meski di tengah keadaan sulit ini,” tuturnya.

Tak lupa, atas apa yang ia raih, Mansur mengucap terima kasih kepada seluruh pihak, di antaranya Kemensos, Pemprov Jawa Barat, Kadinsos Jawa Barat, PPKH Jawa Barat, Bupati Cianjur, Kepala Dinas dan Kasi di Dinas Sosial Cianjur, PPKH Cianjur, para Korwil.

Termasuk pada Korkab Cianjur, APD, semua SDM PKH Cianjur, Tim Parape, Camat Cipanas, para kades se-Kecamatan Cipanas, pendamping PKH Kecamatan Cipanas, KPM PKH, dan seluruh pihak yang membantu.

“Saya berharap semoga seluruh pihak bisa tetap mendukung, mendorong, memfasilitasi, serta mengapresiasi seluruh pendamping PKH dan elemen sosial lainnya di Kabupaten Cianjur,” tutupnya. (dan)