Kekurangan Alat Dan SDM, Kabupaten Cianjur Sulit Capai Target Tes Covid-19

DETEKSI SEJAK DINI: Tenaga pengajar dan staf di SMANSA Cianjur melaksanakan tes PCR sebagai langkah antisipasi dan mengetahui kondisi kesehatan di lingkungan sekolah. (Foto Hakim Radar Cianjur)

RADARCIANJUR.com- Dimasa berlangsungnya Pandemi Covid 19 yang masih mewabah, Kabupaten Cianjur kini tengah kesulitan mencapai target tes pendeteksian virus Covid 19 diantaranya dengan tes PCR (polymerase chain reaction) dan antigen Covid-19.

Hal tersebut terjadi karena keterbatasan alat dan Sumber Daya Manusia (SDM) yang memadai.

Juru Bicara Pusat Informasi Covid-19 Kabupaten Cianjur, dr Yusman Faisal mengatakan, target pelaksanaan tes PCR yang menjadi pendukung zona hijau mengalami kenaikan dalam sepekan dari sebelumnya 4.000 ke angka sekitar 6.000 an.

“Belum mencapai target yakni 35.000 per minggu.Target itu bukan hanya PCR tapi antigen juga,”katanya.

Kabupaten Cianjur saat ini dalam penyediaan alat PCR belum memiliki alat Reverse Transcription Polymerase Chain Reaction (RT-PCR).

“Cianjur sendiri saat ini baru memiliki alat Tes Cepat Molekuler (TCM) di tiga tempat yakni Labkesda Bojong, RSUD Sayang dan RSUD Cimacan,”ungkapnya.

Yusman menjelaskan, TCM memiliki keterbatasan untuk kemampuan dalam hal pemeriksaannya.

Selain itu di RSUD Cimacan saat ini telah memiliki RT-PCR yang sudah bisa meningkatkan pemeriksaan hingga 90 spesimen per hari. Namun sementara tidak membuka jadwal tes dikarenakan masih kurangnya tenaga analisis.

“Udah punya itu (RT-PCR : red) di RSUD Cimacan tapi belum buka setiap hari karena kekurangan analis. Baru dapat berjalan seminggu tiga kali,”pungkasnya (byu)