Akhirnya PTM Terbatas di Cianjur Mulai Berjalan

BERSEMANGAT: Meski terbatas, PTM yang saat ini berjalan bisa mengobati kerinduan murid untuk kembali belajar di sekolah. (Foto Hakim Radar Cianjur)

RADARCIANJUR.com- Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas di Kabupaten Cianjur sudah dimulai. Pada hari pertama, Senin (23/8) sejumlah sekolah sudah melaksanakan dengan berbagai persiapan dari mulai protokol kesehatan hingga pembatasan waktu belajar.

Di SDN Bojongherang salah satunya. Di pagi hari, murid yang diantar orang tua atau wali murid sudah mulai berdatangan untuk menyambut pembelajaran di sekolah. Raut bahagia terpancar dari wajah anak-anak dengan seragam merah putih dipadukan topi khas anak SD.

Pelaksanaan PTM yang mulai digelar sejumlah sekolah mulai dari tingkat SD, SMP hingga SMA/SMK itu berdasarkan Surat Edaran Bupati Cianjur Nomor 421/543-Disdik/Kab./2021 tentang pelaksanaan kebijakan tentang pendidikan dalam masa darurat penyebaran Covid-19 di Kabupaten Cianjur.

Guru SD Negeri Bojongherang Cianjur Heni mengatakan, belajar di rumah dengan sistem daring atau online memang kurang optimal. Bahkan, banyak kendala yang dirasakan orang tua, seperti kuota internet.

“Ketika ada PTM walau terbatas minimal pencapaian pembelajaran tersampaikan walau hanya beberapa persen walau tidak optimal karena ketika satu hari dibagi dua degan alokasi waktu 30 menit per mata pelajaran tapi minimal mata pembelajaran bisa tersampaikan,” ujarnya.

Ia bersyukur karena ternyata potensi siswa sangat terlihat ketika tatap muka. Meski demikian, pembelajarn daring tetap dilaksanakan sesuai jadwal.

“Bisa dilihat juga kepercayaan diri siswa terlihat dengan PTM, pengetahuan lainnya seperti membaca dan lainnya pun bisa dilihat ketika tatap muka,” paparnya.

Lana (10) siswa kelas 4 SDN Bojongherang mengaku bahagia bisa kembali bersekolah meskipun dengan waktu yang terbatas.

“Bosen kalau belajarnya di rumah, lebih enak di sekolah ketemu teman-teman dan ibu guru,” celotehnya.

Riang gembira dirasakan Lana turut pula terpancar dari Novi yang merupakan teman satu kelas. Novi menuturkan, selama belajar di rumah, dirinya kurang fokus dan mengerti. Berbeda dengan belajar di sekolah yang langsung dibimbing oleh guru.

“Kalau di sekolah kan dibimbing sama bu guru, kalau online kurang ngerti belajarnya, jadi lebih mengerti di sekolah dan bisa bertanya sama teman juga,” ungkapnya.

Sama halnya dengan SDN Bojongherang, SDN Ibu Jenab 2 pun turut melaksanakan PTM terbatas dengan menerapkan protokol kesehatan ketat dan serangkaian uji coba sebelum digelar PTM tersebut.

Guru SDN Ibu Jenab 2, Cianjur, Rosmalina mengatakan, kegiatan PTM yang mulai digelar disambut baik para siswa dan orang tua.

Dalam pelaksanaan PTM, pihak sekolah telah menjalani sejumlah uji kelayakan atau verifikasi yang dilakukan oleh satuan tugas percepatan penanganan Covid-19 mulai dari tingkat kabupaten hingga desa.

“Antusias siswa dan orang tua cukup tinggi untuk dapat kembali melaksanakan PTM, terlihat di hari pertama ini para siswa dengan diantar orang tuannya telah hadir sejak pagi,” terangnya.

Rosmalina mengungkapkan, sejumlah persiapan yang dilakukan pihak sekolah di antaranya dengan menyiapkan fasilitas pencuci tangan, hand sanitizer, thermogun, dan ruang unit kesehatan sekolah.

Di sisi lain, Ayu (35) wali murid merasa PTM terbatas disambut baik. Pasalnya, anak-anak sudah terlalu jenuh dengan pembelajaran daring. Sehingga ini menjadi angin segar bagi anak-anak untuk bersosialisasi.

“Tentu senang, anak-anak jadi bisa berkumpul dan berbincang dengan temannya, atau sosialisasi. Kasian selama ini daring terus,” tutupnya. (kim)