Rambu Peringatan Bencana Tulisannya Diubah Menjadi ‘Hati-hati Rawan Tiktokers’

Aksi vandalisme yang dilakukan oknum tak bertanggung jawab terjadi di Jalan Hanceut Kecamatan Pacet, Cianjur. Foto: Dadan Suherman/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Entah apa yang merasukimu. Begitu sepertinya kalimat yang pantas disematkan bagi oknum tak bertanggung jawab. Salah satu papan informasi atau rambu lalulintas peringatan bencana alam menjadi sasaran vandalisme, di Jalan Hanceut, Desa Cipendawa, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur.

Berdasarkan pantauan radarcianjur.com, Senin (23/8/2021), rambu peringatan itu seharusnya bertulisan ‘Hati-hati Rawan Longsor’, namun karena ulah tangan jahil, dicoret dan diganti menjadi ‘Hati-hati Rawan Tiktokers’.

Jelas, ulah seperti itu bisa meresahkan masyarakat dan mengganggu bagi para pengguna jalan.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cianjur Moch Irfan Sopyan mengatakan, pihaknya sangat menyayangkan adanya tangan jahil yang tidak bertanggung jawab dengan mencorat-coret papan informasi bagi para pengguna jalan tersebut.

Bahkan, ia mengecam keras aksi tak terpuji itu karena telah mengganggu kenyamanan berlalu lintas.

“Kami sangat menyayangkan adanya aksi itu. Padahal jelas, yang demikian sudah menggangu dan merusak fasilitas umum bagi masyarakat. Apalagi informasi itu bertujuan untuk lebih berhati-hati terhadap bahaya bencana alam,” tutur Irfan saat dihubungi, Senin (23/8/2021).

Tak hanya itu, pihaknya juga meminta kepada masyarakat supaya bisa sama-sama menjaga fasilitas umum yang selama ini telah dipasang bagi kebutuhan warga dan pengguna jalan lainnya.

“Sebaiknya kejahilan itu jangan terus dilakukan. Karena ketika ada pengendara yang melintas, terus di depan misalnya terjadi bencana, apa oknum tersebut bersedia mempertanggung jawabkan nanti di akhirat,” kata dia.

Di sisi lain, ia menyampaikan, meski anggaran yang digunakan untuk memasang papan informasi seperti itu tidaklah begitu besar, namun menurut Irfan, manfaat yang diberikan dalam rambu peringatan itu sangatlah berarti.

“Kalau masalah uang yang digunakan untuk biaya pemasangan rambu itu paling jutaan rupiah. Tapi bukan karena itunya, lebih kepada menyayangkan manfaat yang dirubah bagi masyarakat umum,” katanya.

Ia menambahkan, hingga saat ini, pihaknya belum pernah ada pelaku vandalisme yang tertangkap basah oleh petugas maupun laporan dari masyarakat. Namun, kata Irfan, jika ada oknum yang terbukti melakukan hal tak terpuji itu, maka pihaknya tak segan-segan akan memproses secara hukum oleh penegak hukum yang berlaku.

“Bagi para pelaku, jika terbukti melakukan vandalisme, mereka bisa saja diproses hukum pidana oleh penegak hukum atau kepolisian, dan penegak Perda oleh Satpol-PP. Maka kami sangat menegaskan, jangan sampai melakukan hal-hal yang melawan hukum, karena itu bisa merugikan diri sendiri,” pungkasnya. (dan)