1.396 Siswa SMAN 1 Sukaresmi Disuntik Vaksin Dosis Pertama

Sejumlah siswa SMAN 1 Sukaresmi tengah dilakukan screning atau pemeriksaan awal sebelum disuntik vaksin dosis pertama jelang PTM. (Foto: Istimewa)

RADARCIANJUR.com – Lebih dari seribu siswa Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Sukaresmi menjalani vaksinasi Covid-19 dosis pertama jelang Pembelajaran Tatap Muka (PTM) tak lama lagi.

Kepala SMAN 1 Sukaresmi, Hj Rita Murniasih menuturkan, pelaksanaan vaksinasi ini bisa terwujud atas kerjasama sejumlah pihak. Diantaranya dari Polres Cianjur, Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah 3, Dinas kesehatan dan tentunya SMAN 1 Sukaresmi, serta unsur lainnya.

“Alhamdulillah vaksinasi untuk para siswa ini bisa terlaksana. Mudah-mudahan dengan adanya suntik vaksin Covid-19 ini bisa membantu semua pelajar terhindar dari virus Corona, sehingga proses belajar mengajar bisa dilakukan secara normal lagi,” kata dia, Selasa (24/8/2021).

Ia menyebut, siswa yang mengikuti vaksinasi hari ini sebanyak 1396 pelajar dari seluruh jenjang kelas yang ada. Namun, ada beberapa pelajar yang memang mengikuti vaksinasi secara mandiri di tempat lain.

“Alhamdulillah dari 1396 yang mendaftar vaksinasi, semuanya bisa ikut. Walaupun ada sekitar 36 siswa yang sudah pernah ikut vaksin di tempat lain secara umum. Termasuk untuk teknis waktunya pun kami bagi beberapa sesi supaya tidak langsung membludak, karena dengan kuota sebanyak itu bisa memicu kerumunan,” tuturnya.

Lebih lanjut, setelah pelaksanaan vaksinasi ini, kata Rita, para siswa akan segera mengikuti PTM di awal September mendatang. Meski dalam aturan pemerintah, proses pembelajaran tatap muka itu dibatasi hingga 35 persen kaitan masih dalam masa pandemi Covid-19.

“Mudah-mudahan setelah vaksin ini beres dilakukan kepada para siswa, PTM segera terwujud meski masih dibatasi. Tapi kami juga berharap minimal para siswa yang belajar tatap muka bisa dilakukan hingga 50 persen atau setengahnya dari jumlah murid,” kata dia.

Tak hanya itu, pihaknya juga sangat berharap vaksinasi yang diberikan kepada para siswa ini bisa terlaksana kegiatan belajar mengajar (KBM) seperti sediakala sebelum pandemi.

Terlebih para murid pun dalam menimba ilmu, bisa lebih baik lagi. Meskipun selama hampir dua tahun ini KBM lebih didominasi melalui daring atau secara online.

“Harapan kami semua proses KBM bisa kembali berjalan secara normal sebelum pandemi. Karena hal tersebut diharapkan pula oleh para siswa dan orangtuanya. Mudah-mudahan pandemi Covid-19 bisa segera usai,” pungkasnya. (dan)