PPKM Cianjur Berada di Level 4, Ini Penyebabnya

RADARCIANJUR.com- Kabupaten Cianjur saat ini berada di level 4 Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Hal tersebut disebabkan cleansing atau penyatuan data Covid-19 di aplikasi Pikobar dan New All Record (NAR) yang dalam proses perbaikan.

Penyatuan data tersebut dikarenakan kasus aktif yang terlalu banyak secara terus menerus, ternyata kasus sembuh dan meninggal tak terlaporkan.

Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur, dr Irvan Nur Fauzy menjelaskan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat dan Pemerintah Pusat sudah menyampaikan cleansing data Jabar berkali-kali dan disambut baik.

“Jadi data NAR diperbaiki karena kasus aktifnya terlalu banyak, masa aktif terus menerus, ternyata ada yang sembuh dan meninggal tapi tak terlaporkan,” ujarnya.

Akan tetapi, ia mengungkapkan, Pemprov Jabar mengambil pilihan yang lebih ekstrim yaitu data dari Pikobar dimasukan ke NAR. Inilah yang membuat data di Cianjur seakan-akan tinggi.

“Datanya Jomplang. NAR itu basis datanya dari semua laboratorium yang direkomenasikan Kemenkes, kalau Pikobar datanya dari semua faskes, jadi angkanya lebih banyak dan sekarang digabungin,” paparnya.

Lanjutnya, Pemprov Jabar sudah menyampaikan kepada Pemerintah Pusat agar cleansing data tersebut tidak dijadikan indikator level PPKM.

“Maksudnya diputihkan dulu, cuman pusat tetap menjadikan ini sebagai penentu level,” terangnya.

Dirinya menilai, angka yang ada dalam data hasil cleansing itu adalah angka lama bukan kasus yang baru-baru terjadi.

“Jadi data yang lama di Pikobar dicatet kemudian dimasukin ke NAR. Kenapa di NAR tidak dicatet pada saat itu, karena pada saat inputnya bukan laboratorium atau rumah sakit yang punya akun NAR tapi Pikobar,” tutunya

Lebih jelas ia memaparkan, pemberlakuan data NAR sudah dilakukan sejak beberapa waktu yang lalu dan sudah ada beberapa versi NAR. Sejak awal, pihaknya memang menggunakan NAR yang fokusnya dari hasil PCR.

“Kalau input data sendiri rutin, di Pikobar lebih rutin lagi makanya jauh lebih tinggi,” tutupnya. (kim)