Tahun Ini, Pemkab Siagakan 15 Desa Tangguh Bencana

Ratusan relawan tangguh bencana disiapkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur setelah dilepas secara simbolis oleh Bupati Herman Suherman.

RADARCIANJUR.com – Pemerintah kabupaten (Pemkab) Cianjur melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cianjur kembali menyiapkan 15 desa tangguh bencana (Destana), setelah sebelumnya di tahun 2009 silam program serupa telah digulirkan.

Namun, pelaksanaan launching kali ini bertepatan dengan program kerja 100 hari Bupati dan Wabup Cianjur di masa pandemi Covid-19, yang berlangsung di Bumi Perkemahan Pramuka Mandala Kitri Cibodas, Desa Cimacan, Kecamatan Cipanas, Cianjur, Selasa (24/8/2021).

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cianjur Dedi Supriadi mengatakan, bahwa pelaksanaan sosialisasi dan pembinaan kepada 15 desa di 15 kecamatan yang ada di kabupaten Cianjur ini telah dilakukan oleh BPBD sejak 12 Juni 2021 lalu.

Pelaksanaan tersebut ditujukan kepada desa-desa yang diantaranya Desa Rawabelut, Gadog, Mekar Mulya, Salagedang, Sindangsari, Parakan, Margaluyu, Mekarlaksana, Sukamanah, dan desa-desa lainnya di 15 Kecamatan di Cianjur.

“Sejak berdiri BPBD pada 2009 sampai dengan tahun 2020, BPBD Cianjur telah membentuk 12 Desa tangguh bencana atau Destana. Ini artinya dalam satu tahun, BPBD telah membentuk satu destana dalam satu tahun. Tetapi di 2021 ini kita sudah membentuk 15 desa tangguh bencana dalam tempo 3 bulan,” terang Dedi yang dikutip dalam sambutannya, Selasa (24/8).

Adanya hal seperti itu menurutnya, bisa menjadi salah satu terobosan yang kedepannya dijadikan program unggulan di BPBD Kabupaten Cianjur.

“Mudah-mudahan dalam masa kepemimpinan Pak Bupati sekarang hingga nanti, mungkin dalam tempo 3 tahun misalnya kita akan menjadi Kabupaten tangguh bencana karena telah berhasil membuat 360 destana se Kabupaten Cianjur,” kata dia.

Di sisi lain, dengan mengusung tema launching Destana hari ini yakni ‘Dengan Destana Kita Bangun Kesadaran Waspada dan Kesiapsiagaan Warga Dalam Menghadapi Bencana, tentunya semua pihak berharap, wilayah di kabupaten Cianjur bisa lebih terjaga dari adanya potensi bencana.

“Mari kita terus meningkatkan kesiapsiagaan bersama dalam menghadapi bencana yang kita tidak pernah tahu kapan bencana itu akan ada dan dimana,” pungkasnya. (dan)