Belum Lunasi Tunggakan Gaji, PSM Terancam Tak Bisa Ikut Kompetisi

RADARCIANJUR.Com Sampai tadi malam PSM Makassar ternyata belum melunasi tunggakan gaji pemainnya. Itu artinya, tim berjuluk Ayam Jantan dari Timur tersebut terancam tidak bisa ikut Liga 1 musim 2021–2022.

Sebab, sesuai keputusan, jika sampai kickoff (27 Agustus) manajemen PSM belum melunasi tunggakan gaji, juara Piala Indonesia 2019 itu tidak boleh mengikuti kompetisi.

Menyikapi hal tersebut, Dirut PT Liga Indonesia Baru (LIB) Akhmad Hadian Lukita mengatakan bahwa pihaknya terus memantau terkait penunggakan gaji pemain. Termasuk PSM Makassar.

Operator kompetisi berharap semua tunggakan sudah bisa selesai jelang kickoff. Sebab, LIB ingin Liga 1 bisa diikuti semua tim. Yakni, 18 klub. ’’Jangan sampai ada yang terkendala,’’ ujarnya kemarin.

Pria yang akrab disapa Luluk itu menambahkan, PSSI bersama NDRC (National Dispute Resolution Chamber) diketahuinya sudah cukup tegas untuk menekan klub-klub agar membayar tunggakan.

’’Ini memang tugasnya PSSI dan NDRC. Ada FIFA yang memberi surat ke PSSI bahwa harus dipatuhi oleh klub-klub yang masih bermasalah. Kami masih menunggu,’’ ucapnya.

Yang jelas, lanjut dia, kalau sudah beres, PSM bisa ikut kompetisi. Sebaliknya, jika tidak, pihaknya terpaksa menolak keberadaan PSM. ’’Karena tanpa penyelesaian, ini masalah buat PSSI, buat kita, buat negara,’’ paparnya.

Karena itu, pihaknya berharap PSM sebagai tim tradisional yang memiliki banyak penggemar bisa segera melunasi tunggakan mereka. ’’Kita tunggu lah sampai tenggat waktunya,’’ ucapnya.

Luluk sangat menyayangkan jika kasus tidak terselesaikan sampai batas akhir. Sebab, otomatis PSM tidak bisa bermain dan terdegradasi ke Liga 2. Selain perihal kebanggaan, banyak kerugian yang bakal didapat tim berjuluk Juku Eja tersebut. Dari sisi keuangan, misalnya.

Pria asal Bandung itu mengaku intens berkomunikasi dengan manajemen PSM untuk menanyakan kabar tunggakan gaji tersebut. ’’Mereka effort-nya cukup besar sih untuk menyelesaikan. Bukan berarti diam saja,’’ ungkapnya.

General Manager APPI (Asosiasi Pesepak Bola Profesional Indonesia) M. Hardika Aji menyatakan, sampai saat ini belum ada pelunasan dari PSM. Pihaknya masih menunggu iktikad baik dari PSM hingga H-1 kickoff. Artinya sampai besok (26/8). ’’Biasanya H-1 dibayar,’’ ucapnya.

APPI saat ini hanya bisa menunggu. Paling tidak satu sampai dua hari ke depan, pihaknya akan mengingatkan PSM untuk segera membayar seluruh tunggakannya.

’’Jika belum dibayar juga sampai kickoff, harusnya tidak bisa main ya karena sudah ada keputusannya,’’ tegasnya.

Salah seorang pemain yang enggan namanya disebut mengakui bahwa manajemen belum melunasi gaji. Tapi, manajemen berjanji segera membereskannya.

’’Besok (hari ini, Red) akan memulai pembayaran tunggakan oleh manajemen,” tuturnya. ’’Insya Allah semua terselesaikan. Karena targetnya minggu ini semua (tunggakan) selesai. Baik pemain asing maupun lokal. Insya Allah pasti ikut (kompetisi),” lanjutnya.

Sekjen The Maczman (kelompok suporter PSM) Mustafa menyatakan, sesuai regulasi, memang tim yang masih menunggak gaji tidak bisa ikut kompetisi. ’’Dan hal ini yang menurut berita membelit tim PSM Makassar,’’ ujarnya.

Pihaknya mengaku khawatir. Hanya, dia berharap, pada detik akhir jelang kickoff Liga 1 2021, perihal gaji sudah dituntaskan manajemen. ’’Supaya tidak ada lagi kendala bagi PSM untuk berkompetisi,’’ bebernya.

Sementara itu, Ketua NDRC Amir Burhannudin menyatakan, keputusan yang sudah dikeluarkan NDRC bersifat final. Artinya, PSM sudah dilarang mendaftarkan pemain baru dalam tiga periode pendaftaran. ’’Sudah final dan berkekuatan hukum tetap,’’ paparnya.

Amir menyebut, saat ini seluruh keputusan berada di PSSI. Plus beberapa lembaga yang mengikuti seperti LIB sebagai operator hingga Komisi Disiplin PSSI. ’’Sehingga bola sekarang sudah tidak di NDRC. Dan NDRC sudah gak ada urusannya setelah menjatuhkan putusan,’’ tegasnya.(mg/jpc)