Kebun Raya Cibodas Mulai Dibuka Untuk Umum, Tapi…

Pintu masuk utama ke tempat eduwisata Kebun Raya Cibodas terpantau masih sepi pengunjung di awal bukanya kembali sejak PPKM. Foto: Dadan Suherman/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Kebun Raya Cibodas (KRC) kembali dibuka untuk umum mulai hari ini, Rabu (25/8/2021) setelah ditutup sejak penerapan PPKM Juli lalu. Namun dengan kapasitas pengunjung 25 persen dari total batas perwaktu perhari.

General Manager Kebun Raya Cibodas Marga Anggrianto, mengatakan sejak awal penerapan PPKM Darurat yang dimulai 3 Juli lalu hingga kini, eduwisataa Kebun Raya Cibodas (KRC) terpaksa ditutup sementara karena harus mentaati aturan tersebut. Terlebih, demi menekan angka penularan Covid-19 di Cianjur.

“Jadi hari ini Kebun Raya Cibodas mulai buka dari pukul 08.00 sampai jam 16.00 WIB setiap harinya. Landasan kami buka karena mengacu pada surat edaran Bupati Cianjur yang terbaru terkait penerapan pelaku wisata di masa PPKM yang kami terima pada 23 Agustus kemarin,” tuturnya saat ditemui, Rabu (25/8).

Dengan adanya hal tersebut, pihaknya sangat mengucap banyak terima kasih kepada pemerintah yang memberikan kelonggaran sehingga pelaku usaha wisata dapat kembali bergerak melayani pengunjung, meskipun masih dilakukan pembatasan.

“Meski hari pertama ini pengunjung belum terlalu ramai karena mungkin memang belum banyak yang tahu, tapi apapun itu pasti kita harus disyukuri dan akan mengantisipasi kedepannya terutama weekend dalam menerapkan protokol kesehatan,” kata dia.

Lebih lanjut ia menyebut, hingga pukul 15.35 WIB Rabu ini, berdasarkan data yang diterima dari tim, pengunjung yang datang sebanyak 600 orang.

“Jadi itu merupakan awal yang cukup baik meskipun belum menyentuh angka seribu pengunjung. Tapi dengan luas 85 hektar ini apabila mengacu pada ketentuan maksimal 25% dari kapasitas, tentu ini masih sangat aman karena dengan luas yang ada pasti dapat menampung orang banyak,” tuturnya.

“Kalau batas maksimum pengunjung KRC di saat pandemi Covid ini kurang lebih hingga 5.000 orang setiap waktu perharinya,” tambahnya.

Tak hanya itu, ia menuturkan, sebagai langkah selanjutnya untuk terus mensosialisasikan telah dibukanya kembali eduwisata ini, pihaknya akan terus menyebar informasi melalui media sosial yang ada.

“Kami telah wawar melalui platform medsos yang kami ada dengan ketentuan-ketentuan yang mengacu sesuai dengan persyaratan Bupati. Yakni seperti contoh calon pengunjung yang akan masuk KRC wajib menunjukkan hasil vaksinasi minimal dosis pertama atau dengan hasil surat antigen negatif,” terangnya.

Ia menambahkan, bahwa pihaknya pun tentu akan mendukung program pemerintah dalam menggerakkan ekonomi, tapi dengan Prokes yang ketat.

“Pelaku wisata seperti kami ini sudah diberi kepercayaan untuk buka, makanya kami tidak ingin mengecewakan Pemerintah. Jadi akan profesional dalam memperketat seluruh petugas kami sebelum masuk KRC maupun di dalam,” tukasnya. (dan)