PTM Tertunda, Siswa di Cianjur Harus Kembali Bersabar

BERSEMANGAT: Meski terbatas, PTM yang saat ini berjalan bisa mengobati kerinduan murid untuk kembali belajar di sekolah. (Foto Hakim Radar Cianjur)

RADARCIANJUR.com- Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas di Kabupaten Cianjur kembali ditunda atau ditangguhkan hingga waktu yang belum ditentukan. Pasalnya, saat ini Cianjur berada di level 4 bersama dengan Kota Sukabumi, Kabupaten Sukabumi dan Kota Cirebon.

Hal tersebut dilakukan, guna mengantisipasi penyebaran Covid-19 di lingkungan pendidikan. Selain itu, anak-anak merupakan salah satu rentan penyebaran.

Guru SDN Bojongherang, Heni sangat menyayangkan penundaan PTM terbatas yang baru berjalan dua hari. Namun dirinya tidak bisa berbuat banyak.

“Ya mau bagaimana lagi, kondisinya sudah begini kita juga enggak bisa berbuat banyak,” ujarnya melalui sambungan telepon.

Dirinya hanya bisa berharap kondisi seperti ini cepat berlalu dan pembelajaran bisa seperti biasa meskipun harus dibatasi dan dengan protokol kesehatan.

“Kalau berharap pengennya belajar biasa, kasihan anak-anak yang semangat tapi harus kembali daring atau virtual,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Pancaniti Yogyakarta, Dimas Dwi Cahyo menyayangkan dengan kembalinya dilakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Meskipun memang aman, namun PJJ pun memberikan dampak terhadap siswa.

“Sangat disayangkan, dengan terus menerus berlangsungnya PJJ(Pembelajaran jarak jauh) banyak sekali kemungkinan atau dampak negatif yang di dapat oleh siswa. Siswa tidak dapat bersosialisasi dengan teman sekolahnya, sehingga dapat menimbulkan rasa bosan dan kebingungan identitas bahkan cemas, hal tersebut merupakan salah satu indikasi gangguan kesehatan mental,” jelasnya.

Lanjutnya, jika terus PTM ditunda, dikhawatikanr siswa tidak dapat merasakan suasana sekolah kemudian tidak dapat semangat belajar dan motivasi berprestasi.

“Tentu saja ini berdampak buruk bagi masa depan siswa. harapan saya semoga regulasi PTM dapat dibuat dengan baik dikala pandemi ini kemudian PTM tidak ditunda kembali,” harapnya.

Di sisi lain, Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kabupaten Cianjur, Himam Haris menjelaskan, persiapan di lapangan baru akan dimulai bulan September mendatang dengan rekomendasi dari Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Cianjur.

“Pada umumnya semua masih persiapan. Simulasi juga belum semua, paling baru satu dua,” terangnya.

Jika kondisi saat ini berada di level 4, ada kemungkinan ditarik kembali dan dilakukan evaluasi lanjutan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. (kim)