PT MPM Gandeng Petani Penggarap Warga Asli Batulawang Tingkatkan Ketahanan Pangan

PT Maskapai Perkebunan Moellia (MPM) mengajak para petani penggarap sebagai warga asli Desa Batulawang untuk meningkatkan ketahanan pangan.

RADARCIANJUR.com – PT Maskapai Perkebunan Moellia (MPM) mengajak para petani penggarap sebagai warga asli Desa Batulawang untuk meningkatkan ketahanan pangan.

PT MPM sebagai perusahaan yang memegang hak guna usaha (HGU) atas lahan sekitar 1.020 di Kecamatan Cipanas, bermitra dengan petani penggarap untuk mengembangkan perkebunan kopi, tanaman pakis, hortikultura, tanaman pangan untuk wilayah Cianjur, Bogor, Jakarta dan sekitarnya.

“Program PT MPM lainnya yang sudah berjalan adalah bekerja sama dengan Pesantren Al Mubaroq Cianjur dan GP Ansor Cianjur dalam rangka program deradikalisasi eks napi teroris dan penguatan moderasi beragama di wilayah Cianjur,” kata Antoni, SH, MH Kuasa Hukum PT MPM melalui siaran pers yang diterima redaksi pada Rabu (25/8/2021).

Antoni mengatakan, PT MPM juga telah menyerahkan sekitar 20 persen lahan HGU-nya kepada pemerintah sebagai program reforma agraria (redistribusi) untuk dibagikan kepada masyarakat petani penggarap yang selama ini bermitra dengan PT MPM.

Ia mengakui, sebelumnya memang terdapat sejumlah permasalahan dengan pihak terkait lahan PT MPM. Namun, kondisi itu berangsur membaik dan sudah diselesaikan secara kekeluargaan dan musyawarah.

Akan tetapi, masih ada beberapa hal lain yang harus diluruskan. Untuk itu, pihaknya pun melayangkan surat kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk memastikan agar program bersama petani penggarap tetap bisa berjalan. “Betul, kami telah bersurat kepada Presiden untuk meminta perlindungan hukum,” ungkapnya.

Saat ini, pihaknya terus fokus mengembangkan berbagai program bersama para petani penggarap. “Agar kesejahteraan mereka juga bisa ikut terangkat. Ini yang jadi fokus kami saat ini,” tandasnya.(*/yaz)