Sekolah Perlu Bentuk Satgas Covid-19 untuk PTM

BERSEMANGAT: Meski terbatas, PTM yang saat ini berjalan bisa mengobati kerinduan murid untuk kembali belajar di sekolah. (Foto Hakim Radar Cianjur)

JAKARTA-Dalam pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM), satuan pendidikan perlu membentuk satgas COVID-19 di tingkat sekolah. Ini untuk memastikan memastikan keamanan masyarakat yang terjamin melalui protokol kesehatan yang dijalankan dengan baik.

Demikian disampaikan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito dalam keterangannya, Kamis (26/8/2021) yang juga disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Pada prinsipnya, terang dia, sistem pengawasan yang komprehensif dalam pembelajaran tatap muka bukan hanya tanggung jawab satuan pendidikan.

“Tetapi juga orangtua di rumah dan unsur lingkungan lainnya di bawah pengawasan posko dan berbagai satgas yang juga dibentuk di berbagai fasilitas umum dan sosial,” jelasnya.

Regulasi yang dijadikan dasar pelaksanaan PTM secara nasional yaitu Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

Juga Inmendagri Nomor 35,36, dan 37 Tahun 2021 terkait pelaksanaan PPKM dengan mengoptimalkan posko penanganan Covid-19 di tingkat Desa dan Kelurahan, serta Panduan Pengawasan dan Pembinaan Penerapan Protokol Kesehatan di Satuan Pendidikan dari Kemenkes.

Regulasi PTM, telah mencakup tiga aspek besar yaitu terkait persiapan baik sebelum dan selama perjalanan, pelaksanaan di satuan pendidikan, dan evaluasinya.

Di dalamnya juga mengatur kapasitas, sistem skrining kesehatan yang telah terintegrasi dengan Sistem PeduliLindungi sebagaimana yang juga diterapkan pada pembukaan di sektor lainnya, penetapan kriteria peserta didik maupun pengajar yang boleh mengikuti kegiatan tatap muka.

“Beberapa strategi juga diterapkan untuk meminimalisir celah penularan misalnya terkait ventilasi, jarak, durasi, maupun standar perilaku setiap unsur yang terlibat,” terangnya.

Reporter: Dede Ginanjar/Radar Cianjur/FJPP