Saling Bersitegang di Jalan Gekbrong Berujung Penganiayaan

SADIS: Muhammad Saepuloh (19) harus mempertanggungjawabkan perbuatannya karena telah melakukan penganiayaan dengan senjata tajam. (Foto Hakim Radar Cianjur)

RADARCIANJUR.com- Aditya Cahya Ramadhan harus menerima luka cukup serius di bagian kepala setelah mendapatkan perlakuan penganiayaan pada Minggu (22/8) sore sekitar pukul 16.00 WIB di Jalan Komplek Perum Tirta Nirwana Desa Gekbrong Kecamatan Gekbrong. Penganiayaan tersebut terjadi saat pelaku yakni Muhammad Sapuloh (19) dan korban berpapasan, namun karena suara knalpot yang bising sehingga menimbulkan ketersinggungan.

Korban dan tersangka pun berputar arah hingga akhirnya bertemu serta terlibat perselisihan. Pada saat yang bersamaan, tersangka saat itu tengah membawa dua senjata tajam (sajam) yakni golok berukuran 45 sentimeter dan satu krambit. Sajam tersebut dimanfaatkan tersangka untuk menyerang korban.

“Motif tersangka pada Minggu sore tersebut bermula adanya perselisihan antara pelaku dan korban yang berpapasan di jalan. Dipicu saling bersitegang karena suara knalpot sepeda motor mengakibatkan adanya ketersinggungan tersangka hingga terjadi perkelahian,” ujar Kapolres Cianjur, AKBP Doni Hermawan.

Lanjutnya, tersangka berdalih sajam yang dibawa tidak bertujuan untuk melukai atau menyakiti orang lain, namun tersangka saat itu telah melakukan perburuan hewan liar. Akan tetapi hal tersebut masih menjadi bahan pendalaman kasus oleh pihak kepolisian. Pasca kejadian, tak ada barang korban yang hilang, hal tersebut diduga murni penganiayaan terhadap korban.

Tersangka pun dijerat pasal 351 KUHP ayat 2 dengan ancaman hukuman pidana lima tahun penjara. Di sisi lain, Muhammad Saepuloh mengungkapkan, dirinya tidak terima saat kejadian korban menginjak kaki pacarnya yang saat itu tengah diboncengnya.

“Iya pertamanya karena suara knalpot, lalu dia (korban, red) menginjak kaki pacar saya, disitu saya tidak terima. Sajam yang dibawa itu udah berburu hewan liar dan tidak disengaja dibawa,” tuturnya. (kim)