Wisata Dilonggarkan tapi Keselamatan yang Utama

Pintu masuk utama ke tempat eduwisata Kebun Raya Cibodas terpantau masih sepi pengunjung di awal bukanya kembali sejak PPKM. Foto: Dadan Suherman/ Radar Cianjur

CIANJUR-Bupati Cianjur Herman Suherman mengeluarkan surat edaran mengenai diperbolehkannya tempat wisata untuk kembali dibuka. Namun demikian, pembukaan tempat-tempat wisata itu tidak sepenuhnya 100 persen, melainkan hanya dengan kapasitas 25 persen kapasitas pengunjung saja.

Itu dilakukan agar pemulihan kondisi perekonomian di Kabupaten Cianjur tetap bisa berjalan di tengah pemberlakuan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) lanjutan.

Herman menjelaskan, keputusan ini diambil sesuai dengan perintah Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil setelah bertemu dengan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahudin Uno di Kabupaten Bandung Barat.

“Kemarin saya membuat surat edaran untuk pembukaan wisata sesuai dengan perintah Pak Gubernur. Obyek wisata dipersilahkan dibuka tapi hanya 25 persen dari kapasitas saja,” ujarnya, Kamis (26/8).

Selain itu, para pengunjung yang diperbolehkan masuk hanyalah mereka yang sudah mendapatkan suntik vaksin Covid-19. Selain itu, pengelola wisata juga harus menerapkan protokol kesehatan (prokes) ketat.

“Ini semata-mata untuk mencegah, menghindari dan mengendalikan penularan. Jangan sampai malah terjadi klaster baru. Kita tidak ingin itu,” tegasnya.

Sementara itu, Plt Kadinkes Kabupaten Cianjur, dr Irvan Nur Fauzy menambahkan, pembukaan tempat wisata dikembalikan pada keputusan Bupati Cianjur. “Untuk itu (sektor pariwisata) kembali ke keputusan Bupati, karena sepenuhnya ada di beliau,” singkatnya.

Terpisah, General Manager Kebun Raya Cibodas (KRC) Marga Anggrianto siap mendukung semua kebijakan yang ditetapkan pemerintah dalam penanganan pandemi Covid-19. Pihaknya sendiri sudah membuka KRC sejak Rabu (25/8) dengan menerapkan semua ketentuan dan aturan.

“Pandemi Covid-19 ini kan bukan masalah lokal, tetapi juga sudah dunia. Makanya kami pasti mengikuti apa ketentuan pemerintah dalam menanggulangi serta menangani pandemi Covid-19 ini,” ujarnya.

Meski begitu, sebagai pelaku usaha, pihaknya cukup menyayangkan Kabupaten Cianjur yang kembali naik menjadi Level 4. Di sisi lain, pihaknya berharap tetap diberi kelonggaran dengan syarat yang berlaku.

“Bahkan jika diperbolehkan, kami siap dengan syarat dan penyesuaian yang diberikan oleh pemerintah,” ungkapnya.

Pihaknya menyadari, sektor kepariwisataan tidak bisa berjalan sendiri atau malah bertentangan dengan pemerintah. “Tentu kita harus saling bersinergi dan menghargai. Apabila ada penyesuaian atau syarat yang diterapkan, harapan kami jelas ingin tetap ada pelonggaran meski dengan penyesuaian aturan yang berlaku,” tandasnya.

Reporter: Dede Ginanjar/Radar Cianjur/FJPP