PPKM Level 4, Polres Cianjur Minta Sekolah dan Wisata Sabar dan Benahi Infrastruktur

Kapolres Cianjur, AKBP Doni Hermawan

RADARCIANJUR.com -Kepolisian Resor (Polres) Cianjur saat ini meminta kepada para pelaku wisata dan sekolah agar bersabar serta menyarankan untuk membenahi infrastruktur sebelum adanya Intruksi untuk kembali dibuka.

Mengingat saat ini Kabupaten Cianjur berstatus PPKM Level 4 secara administratif di Jawa Barat.

Kapolres Cianjur AKBP Doni Hermawan menjelaskan, pihaknya patuh terhadap intruksi sesuai surat Mendagri yang menetapkan status PPKM, meskipun situasi Covid-19 di Kabupaten Cianjur saat ini dinilai lebih baik.

“Saya pribadi menilai Cianjur itu level 2, karena apa lihat rumah sakit sudah pada kosong sekarang, Covid-19 sekarang sudah semakin sedikit, lalu lalang mobil ambulans sudah sepi beda dengan beberapa minggu yang lalu,”katanya di hubungi melalui sambungan telepon, Sabtu (28/08/2021).

Ia menuturkan, di beberapa rumah sakit di Kabupaten Cianjur, ruangan pasien Covid-19 sudah disterilkan dan dicat kembali agar bisa dipakai untuk pasien umum.

“Itu indikasinya bahwa Cianjur sudah bagus,” ungkap Doni.

Doni menyebut, Kabupaten Cianjur berstatus Level 4 setelah di tetapkan pada Senin (24/8/2021) akibat kesalahan informasi dan data.

“Akhirnya kita secara administrasi masuk di level 4. Tapi saya dengan Forkopimda patuh dan taat, tentunya seperti sekolah untuk sementara ditunda dulu,”ungkapnya.

Doni mempersilakan sekolah untuk bisa berbenah dulu seperti memperbaiki infrastruktur dan menggelar simulasi.

“Sekolah belum boleh buka sesuai aturan PPKM Level 4, hanya saja dipersilahkan untuk memperbaiki infrastruktur seperti dicat ulang, ataupun diperhatikan bagian-bagian yang digunakan untuk kegiatan belajar mengajar,”paparnya.

Selain itu hal tersebut juga berlaku untuk seluruh tempat wisata di Kabupaten Cianjur.

“Wisata saya tandatangan izin karena ada instruksi dari pak gubernur, sebelum keluar level 4 ini. Nah, sekarang berbenah dulu saja,”bebernya.

Lanjut Doni, harus ada juga perbaikan infrastruktur ditempat wisata karena kemungkinan besar pekan depan dapat dibuka.

“Wisata saat ini ditutup. Karena antisipasi lonjakan wisatawan dan akan dilaksanakan penyekatan di setiap perbatasan,”pungkasnya. (byu)