Prokes dan Kegiatan Ekonomi Bisa Beriringan

Pengunjung pasar rakyat Cipanas tampak sedikit mengalami peningkatan di H-1 Lebaran Idul Adha. Foto: Dadan Suherman/ Radar Cianjur

JAKARTA-Penerapan protokol kesehatan yang disiplin dan ketat bisa berjalan beriringan dengan kegiatan perekonomian masyarakat. Setiap aktivitas perekonomian juga tidak akan terganggu meski menerapkan prokes.

Semisal dalam kegiatan produksi UKM, pasar tradisional, atau pusat perbelanjaan.

Dokter relawan Covid-19 Fajri Adda’I memahami bahwa kondisi dan situasi di tengah pandemi Covid-19 memang cukup sulit. Namun kebijakan PPKM diambil semata-mata untuk menghambat laju penularan.

“Bayangkan ketika penularannya banyak, lalu ada 1 juta orang yang terpapar, maka rumah sakit akan penuh. Artinya, penularannya harus diputus,” katanya, dikutip dari laman Covid-19.

Ia pun mengingatkan masyarakat tentang kondisi rumah-rumah sakit yang penuh sesak, dua pekan lalu. “Berapa pun jumlah rumah sakit tidak akan bisa terpenuhi karena penularan terlalu cepat, karena itu (penularannya) harus dihentikan,” tegasnya.

Dia mengungkap, saat ini seluruh dunia sedang menghadapi varian baru yang lebih menular. Bahkan data terbaru menunjukkan viral load- nya 1.200 kali lebih banyak.

“Inkubasi varian yang baru ini empat hari menularkan dan bergejala cepat dibandingkan varian sebelumnya yang inkubasinya tujuh hari,” bebernya.

Di seluruh dunia, kasus positif juga kembali melonjak seperti di Amerika Serikat dan sejumlah negara di Eropa. Namun karena di sana orang yang divaksinasi sudah banyak.

Maka angka risiko berat hingga meninggal dunia bisa dihindari. Tidak banyak yang memerlukan perawatan.

“Karena itu, kita harus mempercepat vaksinasi. Jangan ragu untuk divaksinasi sambil tetap patuhi protokol kesehatan,” ingatnya.

Reporter: Dede Ginanjar/Radar Cianjur/FJPP