Aplikasi Peduli Lindungi Belum Diterapkan, Dishub : Sarana dan Prasarana Belum Mendukung

RADARCIANJUR.com- Beberapa Kota besar di Indonesia telah menggunakan Aplikasi Peduli Lindungi. Penggunaan aplikasi tersebut diharapkan bisa menjadi salah satu cara mengelola mobilitas masyarakat di tengah pandemi.

Aplikasi peduli lindungi merupakan aplikasi satu data yg diintruksikan kementrian kesehatan melalui Surat Edaran (SE) Kementrian kesehatan untuk digunakan seluruh warga negara guna meminimalisir penyebaran.

Pada aplikasi itu ada beberapa keunggulan diantaranya sertifikat vaksinasi dan history swab antigen ataupun pcr swab serta informasi lainnya seperti zona rawan penularan Covid 19.

Kabid Angkutan Umum Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Cianjur Hendra Wira mengatakan, aplikasi Peduli Lindungi adalah sebuah bentuk aplikasi yang digunakan dibidang transportasi.

“Khusus di bidang transportasi kementerian perhubungan baru akan membuat aturannya kaitan penggunaan aplikasi tersebut di simpul- simpul transportasi seperti Bandara, stasiun, dan terminal agar pencegahan penularan covid 19 lebih optimal,”katanya.

Selain itu aplikasi tersebut digunakan untuk mengawasi kegiatan berpergian ke tempat tujuan.

“Disektor transportasi diatas di tempat yang dikelola pemerintah atau BUMN seperti terminal dan lainnya ada pengawasan apabila seseorang akan berpergian dari titik asal ke titik tujuan,”ungkapnya.

Hendra mengungkapkan, untuk Kabupaten Cianjur belum dapat mengoptimalkan aplikasi Peduli Lindungi karena infrastruktur angkutan umum belum optimal.

“Untuk Cianjur sendiri sehubungan terminal yang ada belum optimal dan sistem pengawasannya masih sangat rendah sehingga penggunaannya bisa diperkirakan tidak optimal,”ujarnya.

Menurutnya, untuk penerapan dilapangan beberapa kendala yaitu penggunaan handphone android untuk para supir angkutan umum.

“Untuk supir-supir angkutan umum di Kabupaten Cianjur tidak semuanya memiliki hp android, ada juga yang memiliki hp android tapi kendalanya kouta. Selain itu akses internetnya belum merata,”tuturnya.

Hendra berujar, sarana terminal angkutan umum Kabupaten Cianjur tidak dapat disamakan dengan Kota atau Kabupaten lainnya sehingga penerapan aplikasi tersebut dirasa tidak maksimal.

“Karena penumpang bisa naik angkutan umum dimana saja tidak harus didalam terminal,”pungkasnya. (byu)