Masyarakat Desa Bojong Datangi Kantor Pos Cianjur Pertanyakan BST, Ternyata Salah Informasi

BELUM JELAS: Masyarakat Desa Bojong pertanyakan kejelasan informasi ke Kantor Pos Cianjur. (Foto Hakim Radar Cianjur)

RADARCIANJUR.com- Sejumlah masyarakat dari Rt 4 Rw 9 Desa Bojong Kecamatan Karangtengah mendatangi Kantor Pos Cianjur dikarenakan adanya informasi pencairan bantuan sosial tunai (BST). Namun, ternyata bantuan tersebut sudah dicairkan atau diambil melalui proses offline pasalnya sistem sedang gangguan.

Warga yang datang hanya tiga orang yang membawa surat yang tertera kode batang yang dipindai di Kantor Pos Cianjur. Banyak masyarakat yang kecewa dan merasa belum puas.

Ketua Rt 4 Desa Bojong, Roni menuturkan, sebelumnya informasi tersebut berawal dari desa yang mengabarkan adanya pencairan BST di Kantor Pos Cianjur dan disampaikan hingga tingkat Rt. Sontak masyarakat pun menyambut kabar tersebut dan bahkan beberapa diantaranya menunda pekerjaan.

“Saya mendapatkan informasi dari desa mengenai adanya pencairan BST yang tercantum namanya untuk datang ke Kantor Pos Cianjur, namun ternyata masyarakat kurang puas klarifikasi dari pihak Kantor Pos sehingga semua mempertanyakan ke saya,” ujarnya.

Pihaknya pun meminta agar pihak Kantor Pos Cianjur datang ke kantor desa untuk menjelaskan yang sebenarnya terjadi agar tidak terjadi permasalahan.

“Infonya akan ada klarifikasi dari Kantor Pos Cianjur ke masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Satgas BST Cianjur, Suwarno memaparkan, bantuan sudah dicairkan untuk tahap bulan Juli-Agustus 2021 melalui sistem offline di desa dikarenakan beberapa waktu lalu terjadi gangguan sistem.

“Itu rata-rata yang datang sudah menerima bantuan pada tahap Juli-Agustus dan sudah diblokir. Sehingga mungkin ini diperkirakan masyarakat bantuan yang baru,” paparnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, hanya beberapa saja masyarakat yang belum menerima bantuan dengan membawa surat dengan kode batang.

“Enggak banyak, hanya kurang lebih tiga orang saja,” jelasnya.

Sehingga permasalahan tersebut adanya kesalahan komunikasi dan salah pengertian. Pihaknya pun mengakui kesalahan tersebut dan meminta maaf.

“Kami mengakui ini kesalahan dari kami dan kami akan mengklarifikasi ke masyarakat,” tutupnya. (kim)