Okupansi Hotel di Cianjur Mulai Meningkat Hingga 50 Persen

Reservasi di salah satu hotel di wilayah Puncak Cipanas Cianjur sebelum diterapkannya PPKM Darurat. Foto: Dadan Suherman/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Cianjur, menyebut, tingkat hunian hotel di hari libur (weekend, red) pekan kemarin sudah mulai naik, setelah beberapa pekan terakhir masih mengalami krisis okupansi.

Kenaikan di libur pekan kemarin tercacat mencapai rata-rata 50 persen dibandingkan dengan hari-hari sebelumnya.

Ketua PHRI Badan Pengurus Cabang (BPC) Cianjur, Nano Indrapraja mengatakan peningkatan okupansi itu terjadi dimungkinkan karena ada pelonggaran PPKM yang diberlakukan di sejumlah wilayah, di luar Kabupaten Cianjur.

“Baru pekan ini, Sabtu Minggu (28-29/8) okupansi beberapa hotel mulai meningkat. Bahkan beberapa hotel yang tergabung anggota PHRI Cianjur hampir terisi hingga 70 persen,” kata Nano saat dihubungi, Senin (30/8/2021).

Meski kabupaten Cianjur sendiri masih memberlakukan PPKM, lanjut Nano, para tamu yang datang tentunya wajib memperlihatkan kartu vaksin dan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

“Prokes ketat kami terapkan, sebagai upaya membantu pemerintah dalam memutus rantai penularan Covid-19. Semoga PPKM segera usai dan perekonomian kembali normal,” kata Nano.

Di sisi lain, ia juga meminta kepada pemerintah, agar lebih memperhatikan rekan-rekan pariwisata terutama mereka yang bekerja di sektor informal. Karena dari para pelaku pariwisata pun tentunya sudah sangat maksimal menerapkan anjuran Pemerintah selama ini.

“Roda perekonomian kan harus tetap berjalan, tapi apa yang bisa dibantu dari pemerintah kepada teman-teman pelaku pariwisata khususnya hotel dan restoran di Cianjur ini,” kata dia.

Terpisah, Marketing Communication (Marcomm) Palace Hotel Cipanas, Mira membenarkan adanya kenaikan tingkat hunian di saat weekend pekan kemarin. Peningkatan itu mencapai 50 persen.

“Kalau di hari-hari biasa, tingkat hunian hotel hanya mencapai 20 hingga 30 persen. Nah khusus untuk weekend kemarin, meningkat hingga sekitar 70 persen dari total kamar sebanyak 192, dan yang terisi sekitar 130 kamar,” terangnya, Senin (30/8).

Lebih lanjut, ia menjelaskan, meski terjadinya peningkatan okupansi, pihak hotel tetap menerapkan Prokes secara ketat, yang dimulai dari pengecekan suhu tubuh, menyediakan hand sanitizer, dan tempat cuci tangan, serta diwajibkan kepada pengunjung hotel untuk menunjukkan hasil vaksinasi.

“Jadi bagi para tamu yang menginap, harus menunjukkan bukti surat vaksinasi selain daripada penerapan Prokes yang selama ini tetap dijalankan,” ujarnya.

General Manager Zuri Resort Cipanas, Vallien Ishak mengatakan, kamar yang ada Zuri, hampir terisi penuh khusus di Sabtu Minggu pekan kemarin.

“Jadi dari kapasitas 63 kamar, di weekend kemarin memang hampir terisi penuh,” ujarnya.

Bahkan ia menyebutkan, demi mendukung program percepatan vaksinasi, pihaknya memiliki promo, dengan menunjukkan kartu vaksin, pengunjung dapat discount 20% untuk pesan makan dan minum ke kamar ( room service ).

“Kami di sini ada program kartu vaksin. Jadi bagi pengunjung yang menginap, wajib menunjukkan kartu itu, dan bisa dapat promonya,” kata dia. (dan)