Puluhan Pengendara Diputar Balik Saat Penyekatan Level 4 di Perbatasan Cianjur-Bogor

Sejumlah kendaraan yang hendak menuju Cianjur diputar balik oleh petugas di perbatasan Cianjur-Bogor. Foto: Dadan Suherman/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Puluhan kendaraan yang hendak masuk wilayah kabupaten Cianjur, terpaksa harus diputar balik petugas saat penyekatan di perbatasan Cianjur-Bogor, Seger Alam Puncak Ciloto dalam pemberlakuan PPKM Level 4 di wilayah Tatar Santri ini.

Kapolsek Pacet, AKP Galih Apria menyebut, ada sekitar 50 lebih kendaraan roda dua maupun empat yang hendak menuju Cianjur terpaksa diarahkan putar balik, karena mereka tak bisa menunjukkan surat keterangan bebas Covid-19 maupun sertifikat vaksin.

“Dari pukul 15:30 hingga 17:30 Wib, tim gabungan penanganan COVID-19 yang terdiri dari kepolisian, Satpol-PP, Dishub, dan para relawan beserta Linmas, melaksanaan penyekatan di Seger Alam, dengan sasaran roda dua maupun empat yang bukan kendaraan plat Cianjur,” kata dia, Senin (30/8).

Dari hasil tersebut, ia merinci, kendaraan yang diperiksa Senin ini, mencapai 108. Yakni roda empat sebanyak 96 unit, dan roda dua sebanyak 12 kendaraan.

“Jadi kendaraan yang diputar balikan sebanyak 58 kendaraan, yang terdiri dari 38 mobil, dan 20 unit motor atau roda dua,” terangnya.

Diharapkan dengan adanya penyekatan yang gencar dilakukan petugas gabungan, masyarakat dapat lebih disiplin menerapkan protokol kesehatan, yakni menggunakan masker dan hidup bersih dalam Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) yang ditingkatkan.

“Kami imbau kepada warga, dalam mengantsipasi penyebaran Covid-19 ini, masyarakat yang akan memasuki wilayah Kabupaten Cianjur harus melengkapi surat keterangan hasil swab / antigent (surat negatif covid 19),” tandasnya.

Di sisi lain, Rendi (34) pengendara asal Jakarta Barat mengaku kecewa, tak bisa masuk ke Cianjur karena keperluan keluarga di seputaran Cipanas Cianjur. Padahal menurutnya, ia bersama saudaranya satu mobil dalam posisi sehat.

“Sebenarnya sedikit kecewa, tapi kan memang sedang diterapkan penjagaan karena PPKM Darurat. Mau seperti apa lagi, ya terpaksa saya putar balik,” kata dia. (dan)