Cisel Layak untuk Dimekarkan, Tahun Depan Rekomendasi Diserahkan ke DPR RI

PEMAPARAN: Sejumlah pihak melakukan pertemuan berkaitan dengan pembahasan Daerah Otonomi Baru (DOB) Cianjur Selatan. (Foto Hakim Radar Cianjur)

RADARCIANJUR.com- Cianjur Selatan (Cisel) yang akan menjadi Daerah Otonomi Baru (DOB) akhirnya dibahas sejumlah pihak di Pendopo Pancaniti Kabupaten Cianjur oleh sejumlah pihak. Namun, langkah tersebut masih jauh dan masih perlu pengkajian untuk memenuhi poin maksimal sebesar 400 poin.

Pasalnya, saat ini Cisel berada di poin 376-378 poin. Akan tetapi, poin tersebut masih bisa diperbaiki. Namun, ternyata Cisel sudah dikatakan layak untuk DOB.

Direktur Institut Pembangunan Jawa Barat, Yoga Suprayogi Sugandi mengatakan saat ini belum memenuhi poin, ada beberapa hal bukan di Cianjur yang terdapat kesalahan, tapi instrumen dari rancangan peraturan pemerintah Menteri Dalam Negeri yang masih terdapat sistem error ketika diinput rumusnya.

“Oleh karena itu, bukan ada ketersediaan datanya. Tapi instrumen rancangan peraturan pemerintahnya yang bermasalah. Dari segi objektifitas sangat layak dibanding daerah selatan lain. Namun poin untuk memenuhi DOB masih di angka 376-378 dengan maksimal poinnya 400,” ujarnya.

Lanjutnya, Cisel sangat bisa direkomendasikan, karena indikasi-indikasi yang salah seperti pada poin-poin penilaian bisa diatasi. Namun nilai-nilai yang besar untuk mendorong DOB bisa membantu.

“Kemungkinan Cisel tahun depan diserahkan rekomendasi ke DPR RI,” singkatnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cianjur, Deden Nasihin mengugkapkan, secara kajian Cisel sudah layak untuk dimekarkan sesuai pemaparan dari segi ekonomi dan potensi daerah.

“Sudah layak dari hasil kajian, tapi kita harus bersabar karena moratorium belum dibuka,” jelasnya.

Dirinya memaparkan, dari beberapa aspek seperti geografis, pertumbuhan ekonomi, sumber PAD bagus dan skor pendidikan bagus.

“Semua sudah menunjang, tinggal mendorong moratorium. Kami akan melakukan dorongan ke DPR RI agar moratorium dibuka,” tutupnya. (kim)