Cianjur Masih Jauh Dari Target Tracing dan Testing

DETEKSI SEJAK DINI: Tenaga pengajar dan staf di SMANSA Cianjur melaksanakan tes PCR sebagai langkah antisipasi dan mengetahui kondisi kesehatan di lingkungan sekolah. (Foto Hakim Radar Cianjur)

RADARCIANJUR.com- Kabupaten Cianjur meskipun sudah berada di level 2 Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), ternyata memiliki kelemahan di tracing dan testing. Dalam sehari, testing ditargetkan 5.000 per hari, namun realisasinya hanya 1.000 per hari.

Saat ini penggunaan testing paling digunakan puskesmas yakni antigen, pasalnya untuk PCR waktunya sedikit lama sehingga upaya memutus penyebaran Covid-19 kurang efektif.

“Kita berada di level 2 karena didukung indikator yakni dua indikator besar, indikator penyebaran komunitas dan kapasitas respon. Dua indikator tersebut terdapat sub indikator, nah di indikator tracing dan testing yang lemah,” ujar Jubir Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Cianjur, dr Yusman Faisal.

Lanjutnya, pihaknya pun mengupayakan target tersebut bisa tercapai dengan menggerakkan testing dan tracing di tingkat Rt Rw.

“Alhamdulillah meski demikian, di Cianjur tidak ada Rt maupun Rw tidak ada zona merah, tinggal menguatkan dari testing dan tracing,” paparnya.

Meskipun berada di level 2, kebijakan peraturan tetap dilakukan seperti sebelumnya. Sehingga upaya mempertahankan dan menjadikan Cianjur level 1 bisa terwujud.

“Aturan kemarin tetap akan dilakukan seperti penyekatan dan sebagainya,” tutupnya. (kim)