PTM Dibuka Kembali, Belajar di Sekolah Cuma 2,5 Jam

RADARCIANJUR.com – Kembali belajar di sekolah. Ya, Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas kembali digelar. Pasalnya Kabupaten Cianjur kini berada di level 2 Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Akan tetapi, PTM terbatas tetap menerapkan aturan. Tidak semua murid secara serentak masuk ke sekolah seperti sebelum pandemi.

Bahkan, kapasitas atau keterisian sekolah pun dibatasi hingga 50 persen dan satu kelas diisi 16-18 murid, sehingga satu kelas menjadi dua kelas. Selain itu, untuk pembelajaran pertama pun murid diberikan pembelajaran mengenai penanganan Covid-19

Hal tersebut diungkapkan, Bupati Cianjur, Herman Suherman saat kunjungan ke SMPN 1 Cianjur. Pada pembelajaran pertama, siswa diberikan materi mengenai penanganan Covid-19 dan bahan pembelajaran mengenai Covid-19 diberikan oleh pemerintah. “Hal tersebut agar siswa menjadi duta Covid-19 yang nantinya menyampaikan ke lingkungan di rumah.
Satgas di tingkat kecamatan untuk SMP dan SMA serta Satgas desa untuk SD memantau fasilitas sekolah protokol kesehatan (prokes),” ujarnya.

Lanjutnya, kapasitas murid 50 persen dan semua sekolah menyelenggarakan, jika sudah di level 1, kapasitas ditambah menjadi 75 persen.”Guru wajib sudah divaksin, fasilitas prokes sudah lengkap, izin dari orang tua dan teknis pembelajaran diatur tidak bersamaan dengan sistem waktu pembelajaran kurang lebih 25 menit,” paparnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kabupaten Cianjur, Himam Haris menambahkan, dari informasi yang diterimanya, belum sepenuhnya sekolah melakukan PTM terbatas “Hanya beberapa sekolah yang siap, bahkan di wilayah utara sepertiganya. Sementara di Selatan hampir seluruhnya sudah siap. Namun jika berada di zona oranye masih dalam pemantauan,” tuturnya.

Lebih lanjut dirinya memaparkan, mekanisme KBM pertama prokes dengan berjarak, satu kelas diisi 16-18 murid. Bahkan satu kelas dibagi menjadi dua, satu guru mengajar di dua kelas. Ia mencontohkan, kelas III dibagi dua. “Di awal PKBM pembelajaran hanya dua hari per kelas, sehingga seminggu dua kali dengan waktu dua setengah jam. Sementara untuk jam sekolahnya kurang lebih dua setengah jam untuk masa awal PTM terbatas ini,” sambungnya. (kim)