Retribusi ODTW Cibodas Masih Dikaji, Bupati Cianjur: Belum Ada Perda

Pintu masuk utama ke tempat eduwisata Kebun Raya Cibodas terpantau masih sepi pengunjung di awal bukanya kembali sejak PPKM. Foto: Dadan Suherman/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Pungutan retribusi yang dikenakan bagi pengunjung di pintu masuk Objek Daerah Tujuan Wisata (ODTW) Cibodas, bukan hanya memberatkan bagi mereka calon wisatawan kalangan menengah ke bawah, tapi ternyata retribusi yang ditarif perorangan itu belum memiliki peraturan daerah (Perda) secara resmi.

Tapi, pada kenyataannya di lapangan, keberadaan para petugas yang berjaga di gerbang pintu masuk ODTW tersebut mengaku, bahwa retribusi selain kendaraan (pengunjung, red) sudah dipungut sebesar Rp 5000 per orang untuk biasa K3, sejak beberapa pekan kemarin.

Bupati Cianjur, Herman Suherman mengaku, bahwa keberadaan pungutan retribusi di ODTW Cibodas itu memang belum memiliki Perda yang jelas. Bahkan pemkab baru akan melakukan musyawarah dan berkoordinasi bersama sejumlah pihak terutama para pengelola tempat wisata di Cibodas itu.

“Untuk pungutan retribusi ke perorangan di gerbang masuk ODTW itu belum ada Perda-nya. Kami masih mengkaji antara sejumlah OPD bersama LIPI, karena memang ini masih menjadi PR kita bersama supaya masyarakat untung, Pemerintah pun untung,” kata Herman saat ditemui radarcianjur.com, belum lama ini di wilayah Kecamatan Sukaresmi.

Lebih lanjut ia mengatakan Pemkab akan segera duduk bersama dan bermusyawarah dengan sejumlah pihak. Sehingga keuntungan pun bisa diraih oleh semua pihak.

“Intinya kami akan segera musyawarahkan, setelah itu kami akan sampaikan. Jangan ada oknum-oknum yang sengaja membuat keuntungan dari yang ilegal ini,” tegasnya.,” ujarnya.

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cianjur, Neneng Rostiantie mengatakan, bahwa pengelolaan retribusi ODTW Cibodas Cianjur itu berkaitan dengan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Bukan hanya Dinas Lingkungan Hidup saja.

“Kaitan dengan retribusi ODTW Cibodas ini bukan hanya oleh DLH saja, tapi ada dinas-dinas lain yang sama-sama terlibat. Jangan hanya ke DLH saja,” kata dia sembari tergesa-gesa saat dihubungi radarcianjur.com, Kamis (2/9/2021).

Tak hanya itu, dirinya mengaku, keberadaan retribusi di lokasi tersebut memang sudah ada sejak beberapa bulan silam. “Retribusi itu kan sudah lama,” singkatnya. (dan)